Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalPekerja Migran Indonesia

Kronologi Yanti TKW Asal Karawang, Terlantar 2,5 Tahun di Negara Irak

344
×

Kronologi Yanti TKW Asal Karawang, Terlantar 2,5 Tahun di Negara Irak

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Karawang – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Yanti asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami nasib pilu setelah lebih dari 2,5 tahun atau sekitar 30 bulan tidak bisa kembali ke tanah air. Kondisi ini menjadi sorotan karena menambah daftar panjang kasus pekerja migran Indonesia yang mengalami kesulitan kepulangan akibat berbagai kendala, mulai dari masalah kontrak, gaji tertunggak, hingga perlakuan tidak manusiawi dari pihak majikan atau agensi.

Menurut informasi yang diterima awak media Dpnews Indonesia, Yanti menceritakan pada tahun 2023, Yanti mendapatan Calling Visa dari exs majikannya di Saudi. Karena tidak paham caranya agar bisa berangkat kembali kerja menggunakan Calling Visa tersebut, maka atas informasi dari temannya (lupa namanya) dikenalkan dengan sponsor Asep asal Sukabumi/Gegerbitung untuk membantu proses keberangkatan.

Baca juga :  DPD NasDem Purwakarta Gelar Silaturahmi Akbar dan Bukber, Ribuan Kader serta Warga Hadir

Keterangan gambar/foto ilustrasi

Pihak majikan (calon majikan Yanti) yang memberi Calling Visa, juga menanggung biaya-biaya yang diperlukan untuk proses tersebut kepada Sponsor Asep dengan total sekitar 90 juta rupiah.

Dimulailah proses pemberangkatan Yanti oleh sponsor Asep, dari mulai medical, kesiapan paspor sampai keberangkatan.

Baca juga :  Jelang Lebaran, Sat Samapta Polres Purwakarta Intensifkan Patroli Ke Pemukiman

Dari proses pembuatan paspor sebelumnya terdapat kejanggalan, yakni tidak sesuainya tahun lahir Yanti antara data di KTP dengan apa yg dicetak di paspor. Diduga ada pemalsuan tahun lahir di paspor yang  pembuatan paspor itu sendiri di lakukan di kantor Imigrasi Kota Sukabumi.

Setelah semua persiapan dianggap cukup Asep sponsor, mengantarkan Yanti ke Bandara Soeta tanggal 30 juli 2023 dengan hanya di bekali paspor dan tiket tujuan negara Turki. Asep hanya menjelaskan kepada Yanti bahwa nanti di Turki akan ada orang yang menghandle untuk ke negara Saudi.

Baca juga :  Tawuran Remaja di Babelan Kembali Telan Korban Jiwa, Satu Pelaku Masih di Bawah Umur

Setibanya di Turki, oleh Handle yang di Turki, Yanti diterbangkan ke Irak/Arbil. Disitulah petaka bermula. Setibanya di Irak/Arbil, Yanti diterima oleh Titin yang merupakan perwakilan dari Syarikah Sahyaj Maal. Titin juga menjelaskan kepada Yanti, bahwa syarikah sudah membayar Yanti sekitar 2.500 us dolar kepada sponsor Asep.

Dengan kejadian ini, diduga kuat bahwa sponsor Asep setelah menerima uang dari majikan Yanti yang di Saudi, bukan memproses untuk diberangkatkan ke Saudi justru Asep malah memproses Yanti ke Irak/Arbil. Ini mengindikasikan dari awal bahwa Asep punya niat menipu Yanti, dengan berpura-pura membantu proses Calling Visa Saudi, ternyata di proses ke Irak.

Baca juga :  GoTo Siap Terapkan Komisi 8% untuk GoRide, Driver Dapat 92%

Derita Yanti datang bertubi-tubi, setelah ditipu sponsor Asep, perjalanan bekerjanya pun tidak mulus. Setelah ditempatkan Bekerja oleh Syarikah di Arbil, Yanti tidak menerima pembayaran gaji, hingga Yanti pun kabur dari majikannya.

Saat ini Yanti terlunta-lunta tanpa dokumen apapun, hari-hari dilewati dengan rasa cemas dan takut. Yanti pernah ke KBRI, kemudian mengadukan nasibnya, hanya pihak KBRI tidak menanggapi dengan alasan tidak memiliki dokumen.

Baca juga :  Adakan Rapat Kekompakan dan Kesejahteraan Oleh Organisasi Wartawan Purwakarta

Kasus serupa kerap dialami pekerja migran asal Karawang yang bekerja di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi atau Oman, di mana banyak laporan viral tentang TKW yang tidak dibayar gaji, sakit, atau ditelantarkan majikan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi calon pekerja migran untuk selalu menggunakan jalur resmi, memahami kontrak kerja, serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan KBRI selama bekerja di luar negeri.

Baca juga :  Mayjen Tato Hadiyan Pimpin Wasev, Pastikan Progres Pembangunan Tepat Sasaran
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!