Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Jawa Barat Darurat TPPO: Ratusan Warga Terjebak di Luar Negeri, Keluarga Tuntut Tindakan Tegas Pemerintah

228
×

Jawa Barat Darurat TPPO: Ratusan Warga Terjebak di Luar Negeri, Keluarga Tuntut Tindakan Tegas Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Bandung – Krisis kemanusiaan hebat tengah melanda ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Barat. Mereka diduga kuat menjadi korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja ilegal. Hingga saat ini, para korban dilaporkan tersebar di berbagai negara mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Asia Tenggara dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

​Berdasarkan data yang dihimpun melalui Posko Pengaduan DpNews Indonesia, para korban saat ini terdeteksi berada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Qatar, Irak, Libya, Suriah, Turki, hingga Malaysia.

Baca juga :  Nasib Pekerja Migran Asal Majalengka Diduga Mengalami Depresi

Ketua Divisi Hukum Dpnews Indonesia, Dede Sutisna, SH.,MH.

 

Salah satu kasus yang menonjol menimpa korban berinisial SQ, warga asal Cirebon yang saat ini tertahan di Irak. Alih-alih mendapatkan pekerjaan layak dengan gaji tinggi sebagaimana dijanjikan perekrut, SQ dan ratusan warga Jabar lainnya justru terjebak dalam pusaran eksploitasi dan perlakuan tidak manusiawi.

Baca juga :  Peningkatan Jalan Oleh Cv. Angka Wijaya Persada di Desa Srikamulyan Diduga Curang

​Ironisnya, di tengah penderitaan tersebut, pihak keluarga menyatakan kekecewaan mendalam atas respons oknum petugas perwakilan Indonesia di negara penempatan. Muncul dugaan kuat adanya pengabaian laporan (omisi) oleh oknum di beberapa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

​”Kami merasa seperti dibiarkan berjuang sendiri di negara orang. Di mana keadilan saat kami datang ke KBRI meminta perlindungan, namun kenyataannya mereka seolah mengabaikan kami? Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar urusan administrasi,” ungkap salah satu anggota keluarga korban dengan nada getir.

Baca juga :  Miris, Warga Sakit Ditandu Kain Sarung ke Rumah Sakit Akibat Jalan Rusak di Cianjur

​Menyikapi urgensi ini, Dpnews Indonesia mendesak Penjabat Gubernur Jawa Barat dan Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Jabar untuk segera melakukan intervensi diplomatik. Pemerintah daerah diminta menekan Pemerintah Pusat dan Kementerian Luar Negeri agar memprioritaskan evakuasi warga Jabar, terutama yang berada di zona konflik seperti Suriah, Irak, dan Libya.

Selain langkah evakuasi, penegakan hukum terhadap aktor intelektual di balik sindikat ini menjadi harga mati. Ketua Divisi Hukum Dpnews Indonesia, Dede Sutisna, SH.MH, menegaskan bahwa akar masalah berada pada para perekrut di dalam negeri.

Baca juga :  Hari Jadi Kabupaten Bekasi Ke 74 Berlangsung Di Plaza Pemda

​”Negara tidak boleh kalah oleh mafia TPPO. Para oknum perekrut yang beroperasi di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Barat, adalah akar masalahnya. Mereka harus ditangkap dan diproses secara hukum tanpa pandang bulu agar tidak ada lagi warga Jabar yang menjadi korban perdagangan manusia,” tegas Dede Sutisna.

​Keluarga korban berharap pemerintah bertindak cepat sebelum jatuh korban jiwa. Mengingat status beberapa negara penempatan merupakan wilayah konflik, keselamatan para PMI kini berada di titik nadir. Mereka menuntut alokasi sumber daya dan bantuan logistik segera dikerahkan untuk memulangkan para pahlawan devisa tersebut ke tanah air.

Baca juga :  Kiper Utama Padli Padilah Terancam Tak Bisa Perkuat Tim Sepak Bola Kecamatan Mande di Semi Final
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!