Dpnews Indonesia || Jakarta – Fitch Ratings merevisi outlook peringkat kredit jangka panjang beberapa bank besar Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski mempertahankan level rating investment grade. Langkah ini menyusul revisi outlook sovereign Indonesia menjadi negatif pada 4 Maret 2026.
Menurut laporan Fitch yang dirilis 9 Maret 2026, outlook negatif diberikan kepada empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, serta Indonesia Eximbank. Fitch juga merevisi outlook PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi negatif sambil menegaskan rating ‘BBB’.
Revisi ini langsung mengikuti keputusan Fitch yang menurunkan outlook peringkat utang Republik Indonesia dari stabil menjadi negatif, sementara rating tetap di level ‘BBB’. Lembaga pemeringkat tersebut menyebut meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi dan kekhawatiran atas kredibilitas kebijakan sebagai faktor utama.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Moody’s Ratings juga memangkas outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif. Kelima bank tersebut adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), dengan peringkat tetap di Baa2.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa revisi outlook tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental sektor perbankan nasional. Fundamental perbankan dinilai tetap solid, dengan pertumbuhan kredit yang positif dan kualitas aset yang terjaga. BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada di kisaran 4,9-5,7 persen.
Analis menilai outlook negatif ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi investor, meski belum disertai penurunan rating aktual. Pemerintah dan otoritas keuangan menyatakan akan terus memperkuat kredibilitas kebijakan untuk menjaga kepercayaan pasar.
Artikel ini disusun berdasarkan laporan resmi Fitch Ratings dan respons otoritas terkait per Maret 2026.











