Scroll untuk baca artikel
Berita

BNNK Cianjur Luncurkan Benni dan Binnar, Kampanye P4GN Sasar Anak SD Lewat Seni dan Budaya

66
×

BNNK Cianjur Luncurkan Benni dan Binnar, Kampanye P4GN Sasar Anak SD Lewat Seni dan Budaya

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cianjur bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar Grand Launching Kampanye Edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN melalui pagelaran seni. Kegiatan yang dipusatkan di SDN Ibu Jenab 2 Cianjur ini menjadi langkah inovatif untuk menjangkau anak usia sekolah dasar dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.

Rangkaian pagelaran seni yang menampilkan kreativitas para siswa. Mulai dari penampilan tari oleh Kimara Delisha, atraksi Maenpo Pencak Silat, hingga Mamaos Solo dan Mamaos kolaborasi yang dibawakan Rahayat Waluya, Lembur Kacinta, serta Triya Ardiyanti bersama Paduan Suara SDN Ibu Jenab 2.

Baca juga :  SD Negeri Cibalagung Persiapkan Anak Didiknya Mengikuti Perlombaan Tingkat Provinsi

Kehadiran unsur seni dan budaya dalam kampanye ini sengaja dipilih agar pesan-pesan pencegahan tidak terasa kaku. Panitia berharap pendekatan budaya lokal dapat membuat anak-anak lebih mudah menerima materi tentang bahaya narkoba mewarnai setiap penampilan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Atik Kartika menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman. Sementara itu Kepala BNN Kabupaten Cianjur dan Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur juga menyampaikan pesan utama terkait ancaman penyalahgunaan narkoba yang harus diantisipasi sejak dini.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan Sertifikat Sekolah Ramah Anak dari DPPKBP3A Kabupaten Cianjur dan Sertifikat Telah Melaksanakan Kegiatan Informasi dan Edukasi P4GN dari BNNK Cianjur kepada Kepala SDN Ibu Jenab 2. Sertifikat diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur, dr. Najmah, yang didampingi Kepala BNNK dan Kepala DPPKBP3A.

Momen yang paling ditunggu adalah launching Brand Character Benni dan Binnar Dua karakter maskot ini diperkenalkan melalui penayangan film animasi singkat berdurasi 15 menit. Dalam film tersebut, Benni dan Binnar diceritakan sebagai pahlawan cilik yang mengedukasi teman-temannya untuk menolak tawaran barang mencurigakan dari orang tidak dikenal.

Kepala BNN Kabupaten Cianjur, Muhammad Affan Eko Budi Santoso, menjelaskan alasan pemilihan pendekatan karakter. Pendekatan edukasi itu harus kita lakukan dengan cara inovatif. Kalau kita berikan edukasi tentang bahaya narkoba secara konvensional, anak-anak kurang tertarik. Dengan karakter ini, kita harapkan anak-anak menjadi tertarik dan lebih mengenal bahaya penyalahgunaan narkoba, ujarnya saat diwawancarai.

Baca juga :  70 Jemaah Haji Kloter 56 Menutup Rangkaian Pemberangkatan Jemaah Haji 2025

Ia menambahkan bahwa untuk tahap awal, Benni dan Binnar akan difokuskan pada segmen anak usia dasar di SD. Ke depan, karakter ini juga bisa dikembangkan untuk usia remaja dengan materi yang disesuaikan. BNNK Cianjur menargetkan program Goes to School dengan mendatangi sekolah-sekolah menggunakan kostum karakter Benni dan Binnar agar interaksi dengan siswa semakin hidup.

Menanggapi pertanyaan wartawan soal kerawanan narkoba di usia SD, Kepala BNN menyebut Kabupaten Cianjur masih relatif aman untuk kelompok usia dasar. Berdasarkan data nasional, prevalensi penyalahgunaan paling tinggi ada pada usia 15 sampai 64 tahun. Walaupun demikian kita tidak menutup mata. Dari mulai usia dasar kita siapkan supaya mereka mengerti tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Jadi lebih ke pencegahan, tegasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur, dr. Najmah, menyoroti peran keluarga sebagai benteng pertama. Ia mengingatkan bahwa modus peredaran narkoba kini bisa menyerupai makanan ringan seperti permen agar menarik perhatian anak. Itu harus diedukasi dari sekarang ke anak-anak, mulai dari keluarga dulu di rumah bahwa kalau ada orang tidak dikenal, jangan sampai kita menerima barang apa pun, terutama makanan,” pesannya.

dr. Najmah berharap gerakan Benni dan Binnar bisa ditiru sekolah-sekolah lain di Cianjur. Menurutnya, anak-anak lebih antusias menangkap pesan melalui cerita dan visual dibanding ceramah. Mudah-mudahan di sekolah-sekolah lain juga diadakan seperti ini. Anak-anak tuh lebih antusias gitu melihatnya, pungkasnya.

Dengan dongeng edukatif bersama perwakilan TP PKK dan tim pendongeng. BNNK Cianjur berharap, melalui kolaborasi seni, pendidikan, dan keluarga, generasi muda Cianjur tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba.

Baca juga :  Tiga Kepala Dinas Definitif Dilantik, Pemkab Cianjur Lakukan Penyegaran Birokrasi
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!