Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Investasi Kereta Cepat Whoosh Bebani Keuangan Wijaya Karya hingga 18 Triliun Rupiah

131
×

Investasi Kereta Cepat Whoosh Bebani Keuangan Wijaya Karya hingga 18 Triliun Rupiah

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mengalami tekanan keuangan akibat investasi dan keterlibatan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyatakan perseroan membukukan kerugian sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun per tahun dari proyek tersebut.

WIKA terlibat dalam proyek Whoosh melalui dua peran utama. Pertama, sebagai investor dengan menyuntikkan modal Rp6,1 triliun atau sekitar 33,36 persen saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium BUMN pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kedua, sebagai kontraktor lokal yang menangani sekitar 25 persen porsi konstruksi bawah.

Baca juga :  Unik, Begini Cara AKBP Lilik Ardiansyah Jalin Keakraban Bersama Anggota Polres Purwakarta

Menurut laporan keuangan WIKA, eksposur investasi di Whoosh telah menyebabkan kerugian signifikan. Sepanjang 2025, perseroan mencatat rugi bersih yang dipengaruhi proyek ini, sementara klaim pembengkakan biaya konstruksi (cost overrun) senilai sekitar Rp5 triliun hingga Rp5,02 triliun kepada KCIC masih dalam proses mediasi dan arbitrase.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam auditnya menyebut penyertaan modal WIKA di PSBI dilakukan tanpa mitigasi risiko memadai, berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp2,27 triliun. Proyeksi PSBI menunjukkan operasional Whoosh masih akan merugi hingga lima tahun ke depan.

Baca juga :  Puluhan PMI Asal Indonesia Terjebak di Irak, Posko Pengaduan Dpnews Indonesia Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Agung menyatakan WIKA berharap dapat melepas aset investasinya di proyek Whoosh agar beban keuangan perusahaan berkurang. Pemerintah saat ini tengah membahas berbagai skema restrukturisasi utang KCIC melalui Danantara dan opsi lainnya untuk meringankan beban BUMN terkait, termasuk WIKA dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Proyek Whoosh, yang diresmikan akhir 2023, memang memangkas waktu perjalanan Jakarta-Bandung menjadi sekitar 40 menit. Namun, pembengkakan biaya konstruksi dan pendapatan operasional yang belum mencapai target membuat proyek ini menjadi beban berkelanjutan bagi pemegang saham Indonesia.

Baca juga :  TNI Manunggal Dengan Rakyat, Satgas Yonif 323 Keliling Kampung Mengatasi Kesulitan Masyarakat
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!