Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Puluhan PMI Asal Indonesia Terjebak di Irak, Posko Pengaduan Dpnews Indonesia Desak Pemerintah Bertindak Cepat

393
×

Puluhan PMI Asal Indonesia Terjebak di Irak, Posko Pengaduan Dpnews Indonesia Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Bekasi – Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya perempuan yang biasa disebut TKW, dilaporkan masih terjebak di Irak dalam kondisi memprihatinkan. Mereka mengaku mengalami eksploitasi, penahanan paspor, hingga kesulitan pulang meski kontrak kerja telah berakhir, dan kini memohon keadilan serta bantuan pemerintah untuk segera dipulangkan ke tanah air.

Kasus ini kembali mencuat setelah beberapa video viral di media sosial menunjukkan para PMI, terutama dari daerah Jawa Barat seperti Lebak, Majalengka, Karawang dan sekitarnya, menangis meminta pertolongan.

Baca juga :  Titik Nadir Eksploitasi PMI di Irak: Terperangkap TPPO dan Tebusan Ribuan Dollar

Keterangan gambar/foto ilustrasi

Mereka mengeluhkan janji manis agen penyalur yang ternyata tidak terpenuhi, mulai dari gaji yang tidak dibayar penuh, perlakuan tidak manusiawi, hingga ancaman jika menolak bekerja di Irak—negara yang sejak 2015 sebenarnya masuk dalam moratorium penempatan PMI perseorangan oleh pemerintah Indonesia.

Asep Sumarno Chief Executive Officer Posko Pengaduan Dpnews Indonesia, yang aktif memantau nasib PMI sejak kasus-kasus serupa di Timur Tengah, memberikan pernyataan tegas terkait isu ini.

Baca juga :  Potret Buram Pahlawan Devisa: Suherniawati, Pekerja Migran Karawang Terjual 7 Tahun Tanpa Gaji di Arab Saudi

“Kami menerima banyak aduan serupa dari keluarga PMI di Irak. Situasi mereka sangat memprihatinkan: paspor ditahan, gaji tidak dibayar penuh, bahkan ada ancaman jika menolak bekerja. Ini jelas bentuk eksploitasi dan potensi TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang),” katanya.

“Kami mendesak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kemenlu, serta KBRI Baghdad untuk segera melakukan evakuasi darurat dan menindak tegas agen-agen nakal yang bertanggung jawab,” ujar CEO Posko Pengaduan Dpnews Indonesia dalam keterangan resminya hari ini.

Baca juga :  Keadilan Sosial Jauh Dari Harapan: Sri Sugiharti, Korban TPPO yang Menanti Ketegasan Hukum

Posko tersebut, yang juga pernah menangani kasus PMI di negara lain seperti Arab Saudi, menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar para korban tidak terus menderita.

“Keluarga di tanah air sudah menunggu bertahun-tahun. Sudah saatnya pemerintah menunjukkan komitmen nyata melindungi warganya di luar negeri,” tambahnya.

Baca juga :  Personel Polsek Agrabinta Cek TKP Penemuan Mayat di Muara Cibuni

Sementara itu, KBRI Baghdad menyatakan sedang memproses beberapa laporan dan berkoordinasi dengan pihak terkait di Indonesia.

Kementerian Luar Negeri dan KP2MI juga mengimbau masyarakat agar hanya menggunakan jalur resmi melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk menghindari risiko serupa.

Baca juga :  Pimpin KTT World Water Forum, Panglima TNI Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Di Bali

Para keluarga korban terus menyuarakan harapan agar pemerintah segera bertindak.

“Kami hanya ingin mereka pulang dengan selamat dan mendapat keadilan,” kata salah seorang kerabat korban yang enggan disebut namanya

Kasus ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperketat pengawasan terhadap praktik penyaluran PMI ilegal, terutama ke negara-negara berisiko tinggi seperti Irak.

Baca juga :  Pekerja Migran Korban TPPO, Cucu Hernawati Asal Karawang Yang Kini Berada di Libya
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!