Dpnews Indonesia || Lumajang – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi beberapa kali dalam beberapa hari terakhir. Erupsi terbaru tercatat pada awal April 2026, dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 1.200 meter di atas puncak kawah.
Menurut laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada Jumat (3 April 2026) pagi, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami setidaknya enam kali erupsi antara pukul 00.00 hingga 10.00 WIB. Salah satu letusan signifikan terjadi pukul 05.47 WIB, dengan kolom abu berwarna kelabu tebal yang teramati setinggi 1.200 meter di atas puncak (± 4.676 meter dari permukaan laut). Abu vulkanik condong mengarah ke berbagai arah tergantung arah angin.
Erupsi serupa juga tercatat pada hari-hari sebelumnya, termasuk luncuran awan panas guguran (APG) yang mencapai jarak beberapa kilometer ke arah tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan. Status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga).
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah di semua arah, serta menghindari area sejauh 13 kilometer di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi risiko lontaran batu pijar, awan panas, dan banjir lahar dingin apabila terjadi hujan deras di sekitar lereng gunung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan akibat erupsi terbaru tersebut. Petugas PPGA Semeru terus memantau aktivitas vulkanik secara intensif melalui seismograf dan pengamatan visual.
Masyarakat di sekitar lereng Semeru diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari PVMBG serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Informasi terkini dapat diakses melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau situs resmi PVMBG.











