Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Krisis Kemanusiaan: PMI di Syarikah Almawarid Diduga Alami Perbudakan, Aktivis Desak Pemerintah Bertindak Tegas

125
×

Krisis Kemanusiaan: PMI di Syarikah Almawarid Diduga Alami Perbudakan, Aktivis Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Kabar duka dan memprihatinkan kembali menyelimuti para pejuang devisa Indonesia di Arab Saudi. Tepat pada hari ini, Kamis (09/04/2026), laporan mengenai dugaan praktik tidak manusiawi mencuat dari Syarikah Almawarid.

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaporkan mengalami penyiksaan fisik dan psikologis yang berat, mulai dari dipaksa berjemur di bawah terik matahari tanpa asupan makanan hingga penggiringan paksa ke lokasi yang tidak diketahui.

Baca juga :  Satgas Habema dan Warga Mumugu Gotong Royong Bangun Lapangan Voli

Keterangan gambar foto ilustrasi

Kondisi ini merupakan eskalasi dari ketegangan yang terjadi sehari sebelumnya. Pihak manajemen Syarikah Almawarid dikabarkan mengeluarkan ancaman keras kepada para pekerja.

Dalam sebuah sesi pengarahan (briefing), pihak perusahaan mengancam akan memenjarakan siapa pun PMI yang menolak untuk bekerja, terlepas dari kondisi kesehatan atau kelayakan kerja mereka.

Tak hanya ancaman hukum, tekanan psikologis juga dilancarkan. Para PMI tersebut diberitahu secara sepihak bahwa mereka tidak memiliki peluang untuk kembali ke tanah air.

Baca juga :  Titik Nadir Eksploitasi PMI di Irak: Terperangkap TPPO dan Tebusan Ribuan Dollar

“Saya sudah disidang lagi Pak, dimarah-marahi. Besok saya mau dipenjarakan katanya. Tolong kami Pak,” ungkap salah satu PMI melalui pesan singkat yang diterima awak media, yang menjadi komunikasi terakhir sebelum aksesnya terputus.

Menanggapi situasi darurat ini, Doel, aktivis pemerhati migran dari Posko DpNews Indonesia yang intens mengawal kasus ini, menyatakan kegeraman yang mendalam. Ia menilai tindakan Syarikah Almawarid sudah melampaui batas kemanusiaan dan mengarah pada praktik perbudakan modern.

Baca juga :  Penanaman Mangrove Serentak Digelar di Bengkalis, Bupati Hj Kasmarni Ajak Warga Lindungi Pesisir

“Ini bukan lagi sekadar masalah ketenagakerjaan, ini sudah menjadi krisis kemanusiaan. Kami mendesak agar keluarga korban segera bertindak dengan membuat laporan resmi,” tegas Doel saat dikonfirmasi.

Ia juga melayangkan tuntutan keras kepada otoritas terkait di Jakarta. “Kami berharap Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan BP2MI (KP2MI) segera berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk mengevaluasi izin Syarekah tersebut. Jangan biarkan jeritan para PMI ini dianggap angin lalu,” tambahnya.

Baca juga :  Potret Kebersamaan Dansatgas Bersama Warga di Lokasi TMMD ke 122 Kodim Cianjur

Kasus Syarikah Almawarid ini kembali membuka tabir kelam pengiriman pekerja migran secara ilegal yang dipenuhi manipulasi sejak dari proses pemberangkatan. Dugaan perbudakan di negara penempatan menjadi bukti nyata lemahnya perlindungan terhadap PMI yang berangkat melalui jalur non-prosedural.

Masyarakat dan pihak keluarga PMI diimbau untuk segera melaporkan detail identitas korban kepada instansi berwenang agar langkah diplomasi dan evakuasi dapat segera dilaksanakan. Publik kini menunggu tindakan nyata dari pemerintah untuk menyeret para pelaku pemberangkatan ilegal dan pihak syarekah ke ranah hukum demi mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Baca juga :  Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Purwakarta
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!