Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Cianjur Jadi Titik Tumpu Energi Hijau: DMGP Pacu Proyek Panas Bumi Cipanas untuk Ketahanan Energi Nasional

76
×

Cianjur Jadi Titik Tumpu Energi Hijau: DMGP Pacu Proyek Panas Bumi Cipanas untuk Ketahanan Energi Nasional

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Di tengah akselerasi transisi energi global, Jawa Barat mempertegas peran strategisnya dalam peta energi bersih nasional. Dengan potensi panas bumi Indonesia yang mencapai 27,3 GW, langkah konkret kini bergulir di Kabupaten Cianjur melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cipanas yang dikembangkan PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP).

PLTP Cipanas merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) energi terbarukan. Proyek ini berada di bawah payung Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yang ditetapkan Kementerian ESDM lewat Keputusan Menteri No. 2778 K/30/MEM/2014. DMGP, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dari grup Sinar Mas, menargetkan pemanfaatan energi panas bumi yang ramah lingkungan untuk mendukung kemandirian energi nasional.

Baca juga :  Pemdes Pasanggrahan Realisasikan Pengadaan Mobil Ambulance Desa

Dalam pelaksanaannya, DMGP menegaskan komitmen pada tiga pilar: keselamatan kerja ketat, kepatuhan penuh terhadap regulasi, dan penjagaan ekosistem. Tujuannya jelas, memperkuat ketahanan energi tanpa mengorbankan kelestarian alam Cianjur. Pengembangan diarahkan agar memberi nilai tambah ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Menjawab kekhawatiran publik soal dampak terhadap gunung dan longsor, Pakar Vulkanologi Universitas Padjadjaran Prof. Nana Sulaksana menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak mengganggu stabilitas gunung.

“Longsor adalah proses alami akibat gravitasi. Namun dalam proyek panas bumi, pembukaan lahan hingga pengeboran sudah melalui perhitungan geoteknik matang sehingga kestabilan lereng tetap terjaga,” jelasnya.

Baca juga :  Satgas TMMD 122 Cianjur Jalin Keakraban Dengan Warga Desa Ciandam Lewat Makan Siang Bersama

Prof. Nana menambahkan, pengambilan uap panas bumi hanya memakai sumur berdiameter kecil yang diperkuat pipa baja dan semen, tanpa penggalian masif. “Struktur gunung tetap aman dan stabil. Lokasi proyek juga dipilih berdasarkan kajian geologi untuk menghindari area rawan longsor,” ujarnya. Dengan begitu, risiko terhadap kawasan sekitar dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan.

Dari sisi geologi, Dr. Dewi Gentana dari Unpad memastikan proyek ini tidak memicu gempa maupun mengganggu sumber air warga. “Air yang digunakan berada di kedalaman sekitar 2.000 meter, jauh dari akuifer air masyarakat, sehingga tidak saling memengaruhi,” terangnya. Ia juga menekankan, tanpa proses pembakaran, kualitas udara tetap terjaga dan aktivitas pertanian warga bisa berjalan normal.

Baca juga :  Zuli Zulkipli, S.H.: Komite Reformasi Polri Harus Jadi Momentum Perbaikan Total Institusi Kepolisian

Secara teknis, DMGP menerapkan sistem reinjeksi: air yang sudah dipakai untuk menggerakkan turbin dikembalikan ke perut bumi guna menjaga keseimbangan tekanan reservoir. Praktik ini bukan hal baru. PLTP Kamojang di Jawa Barat telah membuktikan selama puluhan tahun bahwa pembangkit panas bumi bisa berdampingan harmonis dengan lingkungan dan lahan pertanian

Tak hanya fokus pada energi, DMGP aktif merangkul masyarakat. Dalam tiga bulan terakhir, program yang dijalankan mencakup renovasi fasilitas umum di Desa Cipendawa, dukungan untuk tempat ibadah di Pasir Cina dan Desa Sukatani, penyediaan konsumsi bagi Pesantren Kampung Loji Desa Cipanas, santunan anak yatim di Desa Sukatani, serta bantuan untuk lansia di Desa Cipendawa.

Baca juga :  Tahapan Konfercab DPC PDI Perjuangan Purwakarta Mengelar Penjaringan Pencalonan Ketua

Kepala Teknik Panas Bumi DMGP, Yunis, menegaskan bahwa keberhasilan proyek diukur dari manfaatnya bagi warga. “Kami ingin kehadiran proyek ini memberi manfaat nyata. Karena itu, kami berupaya untuk tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.

Dengan perpaduan teknologi, kepedulian lingkungan, dan kolaborasi sosial, pengembangan panas bumi di Cianjur diharapkan menjadi tonggak penting menuju masa depan energi Indonesia yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca juga :  Konferensi Pers Hasil KRYD Polres Cianjur Dalam Kurun Waktu Satu Minggu Terakhir
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!