Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Dua ART Nekat Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Satu Luka Patah Tulang

119
×

Dua ART Nekat Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Satu Luka Patah Tulang

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dua asisten rumah tangga (ART) nekat melompat dari lantai empat sebuah rumah kos milik majikannya pada Rabu (22/4/2026) malam sekitar pukul 23.15 WIB.

Akibatnya, satu korban meninggal dunia di lokasi, sementara korban lainnya mengalami luka serius berupa patah tulang dan dirawat di rumah sakit.Kedua korban berinisial R (30) dan D (18 atau 19 tahun, dengan laporan terbaru menyebut D berusia 15 tahun dalam beberapa sumber).

Menurut keterangan polisi, korban R meninggal dunia, sedangkan D selamat namun mengalami patah tulang pada tangan dan kaki. Korban D kini menjalani perawatan di RSAL Mintoharjo.

Baca juga :  Pengambilan Sumpah Janji Jabatan PPPK Periode I Kepada 9.051 Pegawai 

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan, dari penyelidikan awal, kedua ART diduga melompat karena ingin kabur dari tempat kerja.

Saksi dan keterangan korban selamat menyebutkan mereka tidak betah bekerja akibat sikap majikan yang dinilai “galak” atau “sadis”. Polisi menegaskan belum menemukan bukti kekerasan fisik langsung, melainkan lebih pada perlakuan keras berupa omongan atau tindakan yang membuat korban tertekan.

Baca juga :  Diduga Alami Rem Blong, Kecelakaan di Ruas Jalan Desa Kertamulya

Selain itu, ada informasi bahwa ponsel milik salah satu korban disita oleh majikan.”Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak. Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan,” ujar Roby saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Polisi telah memeriksa majikan dan saksi-saksi lainnya untuk mendalami motif kejadian. Penyelidikan masih berlangsung, dan kasus ini berpotensi ditangani lebih lanjut oleh Polda Metro Jaya mengingat dampaknya yang cukup besar.

Baca juga :  Pemilik KWH Terbang Ngamuk Saat Diberitahu, Akan Kick Balik Awak Media Ke APH

Peristiwa ini menggambarkan kerentanan pekerja rumah tangga dan kembali menjadi sorotan terkait perlindungan hak-hak mereka. Polisi mengimbau masyarakat untuk melaporkan segala bentuk perlakuan tidak manusiawi di lingkungan kerja rumah tangga.

Hingga berita ini diturunkan, majikan belum memberikan keterangan resmi, sementara proses autopsi dan pemeriksaan medis terhadap korban terus dilakukan.

Baca juga :  Rempug Warga: Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat Haurwangi di Desa Kertamukti
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!