Dpnews Indonesia || Cianjur – Warga Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, harus pulang dengan tangan kosong setelah mendatangi kantor desa untuk mengambil bantuan pangan beras dari Bulog. Padahal, undangan yang mereka terima mencantumkan jadwal penyaluran pada 20 April. Ketiadaan kejelasan dari pihak penyelenggara membuat sejumlah warga kecewa, apalagi beberapa di antaranya mengeluarkan biaya ojek untuk sampai ke lokasi.
Kepala Desa Sukatani, Udin Sanusi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan seluruh persiapan administratif dan teknis jauh sebelum tanggal yang tertera. Data penerima bantuan sudah diverifikasi dan dinyatakan valid. Aparat desa pun sudah bersiaga untuk segera mendistribusikan bantuan begitu beras tiba dari Bulog.
“Dari desa kami hanya menunggu realisasi penyaluran sesuai jadwal di undangan. Kami siap, baik dari sisi data maupun lapangan,” ujar Udin. Ia menambahkan, undangan memang sudah disebar ke ketua RT, namun dengan imbauan agar tidak langsung disampaikan kepada warga sebelum ada kepastian stok beras.
Imbauan itu rupanya tidak sepenuhnya ditaati. Beberapa ketua RT sudah membagikan undangan kepada warganya. Alhasil, masyarakat dari dua RT berdatangan ke kantor desa sesuai waktu yang tertulis, hanya untuk mendapat penjelasan bahwa beras belum tersedia dan belum bisa dibagikan.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan yang wajar di tengah warga. Udin mengaku memahami perasaan masyarakat, terutama mereka yang sudah mengeluarkan biaya transportasi demi menghadiri pembagian yang ternyata belum dilaksanakan. “Ya pasti kecewa. Desa juga menyayangkan hal ini terjadi,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Perum Bulog Cabang Cianjur, Sri Wahyuni, mengakui adanya miskomunikasi antara Bulog, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, dan aparat desa dalam proses penyebaran undangan. Ia menyebut kesalahpahaman itu terjadi pada tahapan prosedur administrasi.
Menurut Sri, seharusnya undangan baru dibagikan kepada penerima setelah pelaksanaan Bimbingan Teknis atau Bimtek. Bimtek penting dilakukan karena di dalamnya dijelaskan penggunaan aplikasi pendataan penerima serta mekanisme dokumentasi saat penyaluran berlangsung. Setiap penerima wajib difoto bersama komoditas bantuan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter untuk alokasi dua bulan.
Karena undangan terlanjur beredar sebelum Bimtek digelar, warga mengira penyaluran akan segera dilaksanakan. Padahal, secara administratif prosesnya belum selesai. “Ini pertama kali terjadi di wilayah kerja Bulog Cianjur yang mencakup tiga kabupaten atau kota. Sebelumnya tidak pernah ada kendala seperti ini,” jelas Sri.
Untuk saat ini, Bulog belum dapat memastikan tanggal penyaluran baru karena masih menunggu kesiapan prosedur dan mempertimbangkan faktor distribusi serta cuaca. Sri menegaskan, ke depan seluruh pihak harus memperkuat koordinasi sebelum informasi disebarkan ke masyarakat agar peristiwa serupa tidak terulang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Sukatani atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan meminta masyarakat bersabar hingga proses berjalan tertib sesuai ketentuan.











