Dpnews Indonesia || Bekasi – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. melakukan kunjungan langsung ke rumah duka korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026) pagi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa salah satu korban, termasuk seorang guru SD berinisial Nurlaela (37) asal Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjung Baru. Almarhumah merupakan salah satu korban meninggal dalam tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam lalu.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berbincang langsung dengan keluarga korban. Ia menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah siap memberikan perhatian khusus, termasuk dukungan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.
“Kita semua berduka cita yang mendalam atas kepergian almarhumah. Sebagai sesama insan pendidikan, kami merasakan kehilangan yang besar. Kementerian akan mendampingi keluarga, khususnya dalam memastikan kelangsungan pendidikan anak-anaknya,” ujar Prof. Abdul Mu’ti.
Ia menekankan pentingnya keselamatan transportasi publik, terutama bagi para pendidik dan masyarakat yang bergantung pada KRL untuk mobilitas sehari-hari. “Insiden ini menjadi pengingat bersama bagi kita semua untuk terus meningkatkan standar keselamatan transportasi massal,” tambahnya.
Kunjungan Mendikdasmen ini menyusul upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mendampingi para korban dan keluarga yang terdampak.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga telah mendatangi rumah yang sama untuk menyantuni keluarga.Kecelakaan tersebut menelan korban jiwa dan puluhan luka-luka. Proses investigasi oleh pihak berwenang masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti insiden.
Keluarga korban menyambut baik kehadiran Mendikdasmen dan berharap dukungan tersebut dapat meringankan beban mereka di tengah duka yang mendalam.











