Dpnews Indonesia || Cianjur – Satgas Citarum Harum Sektor 6 menggelar sosialisasi pengelolaan limbah dan persampahan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kecamatan Haurwangi. Kegiatan berlangsung di Aula Desa Haurwangi, Jalan Citarum Lama.
Acara ini menyasar masyarakat Desa Haurwangi dan pengelola SPPG di wilayah kecamatan. Fokus utama yang disampaikan meliputi limbah cair domestik, limbah dapur SPPG, baku mutu air limbah, hingga mekanisme pengelolaan sampah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL.
Hadir sebagai narasumber Dansektor 6 Citarum Harum Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus, Kepala Bidang PPKL DLH Cianjur Evi Hidayah, S.T., dan Penyuluh Lingkungan Tatang Santana. Turut hadir Koordinator MBG Kecamatan Haurwangi Bapak Evi yang memaparkan kondisi lapangan pengelolaan limbah dapur SPPG.
Kegiatan juga dihadiri jajaran Forkopimcam Haurwangi dan Bojongpicung, DLH Kabupaten Cianjur, kepala desa, Ketua BPD, Ketua MUI, Ketua ARWT, serta seluruh ketua RT dan RW. Tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Haurwangi juga tampak hadir, ratusan peserta menghadiri sosialisasi ini.
Dalam pemaparannya, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus menekankan bahwa program Citarum Harum tidak hanya soal pemulihan sungai, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah sejak dari sumbernya. Ia meminta pengelola SPPG memastikan limbah dapur tidak dibuang langsung ke lingkungan atau sungai dan akan bermuara ke Citarum.
Kabid PPKL DLH Cianjur Evi Hidayah menjelaskan bahwa setiap aktivitas produksi pasti menghasilkan limbah. “Pengolahan limbah untuk aktivitas akan menghasilkan limbah di mana limbah tersebut apabila tidak diolah akan mencemari lingkungan. Untuk pengolahan limbah tersebut ada pengolahannya sesuai kapasitas,” ujarnya.
Materi yang disampaikan juga mencakup pemulihan dan pelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum, penanganan sampah domestik, serta standar baku mutu air limbah dapur SPPG. Peserta diajak memahami bahwa pengelolaan limbah yang baik adalah bagian dari tanggung jawab menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para pengelola SPPG menyampaikan kendala teknis di lapangan terkait kapasitas IPAL dan pengelolaan sampah dapur. Narasumber menjawab dengan memberikan solusi praktis dan rujukan regulasi yang dapat diterapkan di tingkat desa.











