Dpnews Indonesia || Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan sikap tegas terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menghentikan sementara operasional dapur-dapur baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program unggulan tersebut. 4/6/2026.
Menurut Nanik, langkah ini diambil untuk memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi terpenuhi sebelum perluasan lebih lanjut. Beberapa dapur sebelumnya sempat menghadapi masalah seperti ketidaksesuaian standar higiene, dugaan mark-up harga bahan baku, hingga kasus gangguan kesehatan pada penerima manfaat.
“Evaluasi ini penting agar program berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Nanik dalam pernyataannya baru-baru ini.
Program MBG yang diluncurkan sejak awal 2025 terus beroperasi di dapur-dapur yang telah memenuhi standar. Pemerintah menekankan bahwa penghentian sementara bukan berarti penghentian program, melainkan upaya perbaikan tata kelola untuk mencegah masalah berulang.
Evaluasi mencakup pemeriksaan fasilitas dapur, sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS), serta pengawasan ketat terhadap rantai pasok bahan pangan. Nanik yang dikenal tegas dalam pengawasan ini sebelumnya sering melakukan sidak langsung ke lapangan untuk memastikan kepatuhan operator dapur.
Pemerintah memastikan program MBG tetap menjadi prioritas nasional dalam upaya penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk penyesuaian operasional ke depan.











