Dpnews Indonesia || Cianjur – Keresahan melanda warga Kampung Nanggewer, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, setelah puluhan ekor ayam dan bebek milik mereka hilang dicuri pada Minggu malam, 7 Juni. Aksi pencurian yang terjadi hampir serentak di beberapa kandang itu diduga dilakukan oleh kelompok terorganisir.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas milik salah satu warga. Rekaman CCTV kini dijadikan petunjuk utama oleh pihak kepolisian untuk melacak pelaku. Warga berharap bukti visual itu dapat mempercepat proses pengungkapan kasus.
Salah satu korban, Ukasah, 65 tahun, mengaku kehilangan belasan ekor ayam dan bebek dalam insiden tersebut. Ia menyebut ini bukan kali pertama kampung mereka menjadi sasaran. Beberapa bulan sebelumnya, jumlah ternak yang hilang juga hampir sama.
Menurut Ukasah, kerugian yang ia alami mencapai sekitar Rp3 juta. Baginya, unggas yang dipelihara bukan hanya ternak biasa, melainkan tabungan keluarga. Hasil penjualan ayam dan bebek biasanya digunakan untuk membeli pupuk dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kemarahan warga semakin memuncak karena pencurian serupa terus berulang tanpa ada pelaku yang tertangkap. Ukasah menilai modus yang menyasar banyak kandang dalam waktu bersamaan mengindikasikan adanya sindikat yang sudah mengincar wilayah mereka.
Dalam satu malam hampir satu kampung kehilangan ayam dan bebek. Ini bukan pencurian biasa, tetapi sudah seperti sindikat. Warga sangat resah dan berharap pelakunya segera ditangkap,” kata Ukasah pada Selasa, 8 Juni.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Cianjur. Warga meminta polisi tidak hanya mengusut tuntas, tetapi juga meningkatkan patroli di lingkungan permukiman agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, membenarkan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Ia meminta doa dan dukungan masyarakat agar Satreskrim Polres Cianjur dapat mengungkap tindak pidana tersebut.
Pencegahan lebih utama daripada penanggulangan. Namun apabila terjadi tindak kejahatan, kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke Polres Cianjur atau kantor kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tutup Kapolres.











