Dpnews Indonesia || Jakarta – Sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir, memicu keluhan warga dan spekulasi publik mengenai penyebabnya. Gangguan tersebut terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur sejak awal Juni 2026, dengan durasi bervariasi antara beberapa jam hingga lebih lama di beberapa lokasi.
PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman ini bukan blackout massal melainkan hasil manajemen beban sementara akibat gangguan teknis pada pembangkit listrik. Salah satu pemicu utama adalah pemeliharaan dan kendala pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 di Karawang, Jawa Barat, yang memengaruhi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) masih aman dan bukan penyebab utama gangguan. Juru Bicara ESDM Dwi Anggia menyatakan, “Tidak ada pasokan batu bara yang menipis. Gangguan lebih disebabkan faktor teknis,” ujarnya pada 11 Juni 2026. Pemerintah telah berkoordinasi dengan PLN untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Meski demikian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui adanya defisit kontrak pasokan batu bara kalori medium sekitar 20 juta ton dari kebutuhan tahunan PLN. Kendala ini disebabkan oleh harga penugasan domestik yang relatif rendah, sehingga sebagian produsen enggan memenuhi pasokan. Namun, Bahlil menekankan bahwa isu ini tidak langsung terkait dengan pemadaman terkini.
Pakar kelistrikan menilai pemadaman berulang ini mencerminkan perlunya perbaikan manajemen pemeliharaan pembangkit dan diversifikasi sumber energi untuk meningkatkan keandalan pasokan. PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan memastikan upaya pemulihan sedang dilakukan.
Hingga berita ini ditulis, pasokan listrik di sebagian besar wilayah yang terdampak telah kembali normal, meski warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan lanjutan.










