Dpnews Indonesia || Bekasi – Suasana Kantor Desa Kalijaya mendadak riuh oleh kehadiran ratusan pendukung yang mengawal Calon Kepala Desa (Cakades) Anita Permatasari. Didampingi suami, keluarga besar, serta tim pemenangan, Anita secara resmi mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas persyaratan kepada panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kalijaya kecamatan Cikarang Barat pada Rabu (5/7/2026).
Usai menyerahkan berkas pendaftaran untuk periode 2026–2034, Anita mengungkapkan rasa syukur atas dukungan luas dari tokoh masyarakat dan warga setempat. Ia menegaskan kesiapannya untuk membawa angin segar dan pembaharuan bagi Desa Kalijaya.
“Alhamdulillah, hari ini saya telah melengkapi dan menyerahkan berkas pendaftaran. Saya dikawal suami saya Bapak Amin Fauzi, keluarga besar, Ketua Tim Bang Ebong Hermawan, para tokoh, serta perwakilan masyarakat. Insyaallah kami siap melakukan perubahan menuju Kalijaya yang lebih terberkah, maju, dan bermartabat,” ujar Anita.
Anita juga menyoroti kondisi sosial masyarakat Desa Kalijaya saat ini yang dinilainya kurang mendapat perhatian optimal dari pemerintah desa sebelumnya. Ia menilai program pembangunan yang berjalan selama ini terkesan stagnan dan kurang memberikan dampak nyata bagi warga.
“Miris melihat masyarakat Kalijaya saat ini, mungkin karena kurang maksimalnya kinerja pemerintah desa yang hanya mengerjakan hal itu-itu saja tanpa dampak signifikan. Insyaallah saya akan bergerak bersama warga untuk menyalurkan aspirasi dan merealisasikannya demi perubahan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan, Ebong Hermawan, menegaskan bahwa gerakan perubahan ini lahir dari dorongan langsung masyarakat yang menginginkan figur pemimpin muda dan mumpuni. Ia secara khusus mengajak pemilih dari kalangan milenial dan Gen Z untuk bersatu memanfaatkan momentum bonus demografi.
Desa Kalijaya yang berada di tengah kawasan industri strategis juga menjadi sorotan utama tim pemenangan Anita. Menurut Ebong, sangat ironis jika warga lokal justru tidak merasakan dampak ekonomi dari keberadaan industri di wilayah mereka.
“Dengan tagline perubahan, memang sudah selayaknya demikian. Desa Kalijaya berada di tengah-tengah kawasan industri, tetapi miris jika masyarakatnya justru terkapar dan tidak merasakan dampaknya,” kata Ebong.
Di sisi lain, Ebong mengingatkan Panitia Pilkades Kalijaya agar menjunjung tinggi nilai netralitas, kejujuran, dan transparansi selama seluruh tahapan berlangsung, mulai dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga penghitungan suara. Pihaknya juga menyiapkan personel khusus untuk mengawasi setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan tidak ragu menempuh jalur hukum jika menemukan indikasi kecurangan.
Menanggapi pendaftaran tersebut, Ketua Panitia Pilkades Kalijaya, Didi Samsudi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini sudah ada tiga pendaftar yang menyerahkan berkas secara resmi, dan panitia masih menunggu satu pendaftar lainnya.”Semua berkas pendaftaran lengkap dan tidak ada rekayasa, seluruhnya sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Didi.
Didi juga menggaransi bahwa pihak panitia berkomitmen penuh untuk menjaga integritas pelaksanaan Pilkades dan mengantisipasi segala bentuk kecurangan.
“Kecurangan dalam bentuk apa pun adalah hal yang harus diwaspadai. Kami tetap berjalan sesuai prosedur dan Peraturan Surat Edaran Bupati,” pungkasnya.











