Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Perhutani dan Disparbud Jabar Teken PKS, Situs Kuta Tanggeuhan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

241
×

Perhutani dan Disparbud Jabar Teken PKS, Situs Kuta Tanggeuhan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Upaya menjaga warisan sejarah sekaligus mendorong perekonomian masyarakat melalui pariwisata resmi dimulai. Perum Perhutani KPH Cianjur bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Lingkungan di kawasan Situs Kuta Tanggeuhan, Jumat (4/9/2026).

Penandatanganan berlangsung di kawasan hutan lindung Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memadukan pelestarian ekosistem hutan dengan pengembangan wisata sejarah dan budaya.

Baca juga :  Perhutani KPH Cianjur Resmi Berganti Nahkoda, Herdy Indriawan Siap Perkuat Tata Kelola Hutan

Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar urusan administratif, tetapi menjadi bentuk komitmen Perhutani memperluas manfaat kawasan hutan bagi masyarakat.

“Kami ingin membuktikan hutan juga bisa menjadi ruang belajar sejarah dan ruang tumbuh ekonomi masyarakat,” ujar Yudha.

Menurutnya, Situs Kuta Tanggeuhan diharapkan dapat dikelola secara profesional dan aman dengan tetap mengedepankan kelestarian ekosistem, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga :  Perhutani dan Polres Cianjur Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Siapkan Bantuan Air Bersih

Administratur KPH Cianjur, Herdy Indriawan, menambahkan bahwa Cianjur memiliki kekayaan alam sekaligus jejak peradaban yang kuat. Karena itu, PKS tersebut akan menjadi landasan dalam penataan destinasi, termasuk akses jalan, fasilitas pengunjung, rambu edukasi hingga sistem keamanan kawasan.

Kerja sama juga menempatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai bagian penting dalam pengelolaan. Masyarakat sekitar akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pengelolaan kawasan dan pemanduan wisata hingga pengembangan produk UMKM berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dr. Lendra Sofyan, S.T., M.Si., menyebut Situs Kuta Tanggeuhan sebagai aset peradaban yang memiliki nilai lebih dari sekadar potensi ekonomi.

Baca juga :  Perhutani KPH Cianjur Salurkan Santunan Asuransi Kitabisa untuk Keluarga Penyadap Getah di Tanggeung

Ia optimistis kolaborasi Perhutani dan pemerintah daerah dapat melahirkan destinasi wisata terintegrasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan edukasi sejarah kepada pengunjung.

Pengelolaan ke depan akan menitikberatkan pada edukasi, konservasi, dan perlindungan warisan leluhur. Peningkatan jumlah wisatawan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan, melainkan juga sejauh mana kawasan tetap lestari dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.

Melalui skema pemanfaatan jasa lingkungan tersebut, Situs Kuta Tanggeuhan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata sejarah yang bertanggung jawab, sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara pelestarian hutan, perlindungan situs budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Baca juga :  Polres Cianjur dan Perhutani Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Musim Kemarau
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!