Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

IJTI Prihatin Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Hilang Kontak di Perairan Anak Gunung Krakatau

44
×

IJTI Prihatin Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Hilang Kontak di Perairan Anak Gunung Krakatau

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya kontak lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan sekitar Anak Gunung Krakatau. Hingga Kamis (10/9/2026), Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seluruh penumpang kapal tersebut.

Rombongan diketahui berangkat menuju kawasan Anak Gunung Krakatau menggunakan speedboat bermesin ganda yang dilengkapi jaket pelampung bagi seluruh penumpang.

Baca juga :  Dari Jalan Setapak Jadi Jalan 3 Meter, Satgas TMMD Kodim 0617/Majalengka Lakukan Pemadatan Jalan

Berdasarkan data IJTI, kapal dinakhodai Warta, dengan dua awak lainnya, Surakman dan Heriyanto, yang bertugas sebagai pemandu.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian masing-masing M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistira Pranoto dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

IJTI mengapresiasi upaya Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, nelayan setempat, serta berbagai pihak dalam melakukan penyisiran di kawasan tersebut.

Baca juga :  Polsek Plered Edukasi Warga Tanam Sayur Demi Ketahanan Pangan Purwakarta

“Kami menaruh harapan besar agar dedikasi di lapangan segera membuahkan hasil untuk menemukan rekan-rekan kami,” tulis IJTI dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.

IJTI juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih menunggu kabar. Organisasi profesi tersebut berharap keluarga diberikan ketabahan dan proses pencarian berjalan lancar.

Menurut IJTI, insiden ini menjadi pengingat penting bagi insan pers bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap kegiatan peliputan, khususnya ketika bekerja di wilayah berisiko tinggi dan medan ekstrem.

“Alam memiliki dinamikanya sendiri yang sering berada di luar kendali manusia, termasuk aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Kami menegaskan kembali prinsip utama profesi ini: tidak ada berita yang seharga nyawa manusia,” tegas IJTI.

Baca juga :  Sinergitas TNI-Polri Dalam Mendukung Program Makan Bergizi Di Kabupaten Majalengka

IJTI selanjutnya meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam peliputan. Evaluasi dinilai perlu mencakup penguatan mitigasi risiko serta pembekalan safety awareness bagi jurnalis sebelum diterjunkan ke zona bencana maupun medan ekstrem.

“Jurnalisme yang baik berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan. Tapi di atas semua itu, jurnalis yang pulang dan berkumpul bersama keluarga dengan selamat adalah tujuan tertinggi,” lanjut pernyataan IJTI.

Siaran pers tersebut ditandatangani Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan dan Sekretaris Jenderal Usmar Almarwan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih berlangsung di perairan sekitar Anak Gunung Krakatau.

Baca juga :  Ramadhan Penuh Berkah, Ormas DPC Banaspati Berbagi Takjil Pada Pengguna Jalan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!