Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Kampuh Welding Cikarang Buka Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026, Tingkatkan Kompetensi Pengelasan

121
×

Kampuh Welding Cikarang Buka Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026, Tingkatkan Kompetensi Pengelasan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bekasi – Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Kampuh Welding Cikarang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026, Senin (12/10/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMK di seluruh Indonesia, khususnya dalam bidang pengelasan industri.

Pembukaan program berlangsung di Kampuh Welding Cikarang, Jalan Pejuang, Kampung Gandaong, Desa Karang Mukti, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.

Baca juga :  TPA Jatiwaringin Masih Terbakar, Asap Tebal Selimuti Kawasan Tangerang

Pelatihan mencakup sejumlah metode pengelasan, yakni 1G GTAW, 3G FCAW, serta 6G kombinasi SMAW dan GMAW. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis guru agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.

General Manager Kampuh Welding Cikarang, Repindo Merdeka, S.T., mengatakan bahwa peningkatan kompetensi guru SMK menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang terampil dan mampu mendukung produktivitas industri nasional.

Menurutnya, pembelajaran di sekolah perlu diselaraskan dengan praktik dan standar yang diterapkan di dunia kerja, terutama pada bidang pengelasan yang membutuhkan keterampilan teknis dan pengalaman praktik memadai.

Baca juga :  Wakili Kapolres Purwakarta, Kompol Suparlan Hadiri Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024

“Melalui Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026, kami berharap para guru mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan begitu, kompetensi tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran dan diteruskan kepada para siswa,” ujar Repindo.

Sementara itu, Direktur Kampuh Welding Cikarang, Arif Yulianto, S.T., menjelaskan bahwa program kredensial mikro merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi spesifik yang diperoleh melalui pelatihan singkat dan terstruktur.

Program ini dirancang secara fleksibel dan terukur untuk membantu guru memperbarui keterampilan teknis, meningkatkan penguasaan praktik pengelasan, serta menyesuaikan materi pembelajaran dengan standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Baca juga :  Ketua DPC Yayasan Ganisa Kabupaten Bekasi: Jaga Kondusifitas Persatuan, Pembangunan dan Iklim Investasi Yang Sehat

Berpengalaman dalam Pelatihan Kerja

Kampuh Welding Cikarang telah beroperasi sejak 2017 dan berpengalaman menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja. Lembaga ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar di Indonesia serta melahirkan ribuan lulusan dengan beragam keahlian.

Selain pelatihan di dalam negeri, Kampuh Welding Cikarang juga menyelenggarakan program pemagangan ke luar negeri, termasuk melalui perusahaan di Jepang.

Sebagai bagian dari Kampuh Group, lembaga ini menyediakan berbagai program pelatihan untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Kampuh Group juga memiliki fasilitas Tempat Uji Kompetensi (TUK) serta bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam pelaksanaan sertifikasi sesuai skema dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga :  Presiden Prabowo Subianto: Dibalik Bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri

Repindo menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, sekolah, dan dunia industri perlu terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi guru peserta pelatihan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas lulusan SMK agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026, Kampuh Welding Cikarang turut mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik di bidang pengelasan sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.

Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya mempersiapkan SDM Indonesia yang terampil, kompeten, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri nasional maupun global.

Baca juga :  Reses di Desa Sukatani, Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika Hadirkan Pengobatan Gratis dan Serap Aspirasi Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!