Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Satelit NASA Swift Hangus di Atmosfer atas Sumatra Utara setelah Hampir 22 Tahun Mengorbit

67
×

Satelit NASA Swift Hangus di Atmosfer atas Sumatra Utara setelah Hampir 22 Tahun Mengorbit

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Medan – Satelit observatorium NASA Neil Gehrels Swift jatuh ke atmosfer Bumi dan terbakar di wilayah Sumatra Utara, Indonesia, pada Rabu, 4 November 2026. Peristiwa ini mengakhiri misi ilmiah yang berlangsung hampir 22 tahun sejak peluncurannya pada November 2004.

Menurut konfirmasi NASA dan data pelacakan Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat, re-entry terjadi sekitar pukul 19.39 WIB (12.39 UTC) di koordinat sekitar 3,4 derajat Lintang Utara dan 98,6 derajat Bujur Timur. Satelit seberat sekitar 1.450 kilogram itu memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi dan sebagian besar strukturnya hangus akibat gesekan udara.

Baca juga :  Malut United Berhasil Jegal Persib Bandung Pekan Ke-31 BRI Liga 1

NASA memperkirakan hanya sejumlah kecil komponen padat yang mungkin bertahan, namun hingga kini tidak ada laporan kerusakan atau korban di darat. Risiko cedera terhadap manusia sebelumnya dihitung sangat rendah, sekitar 1 berbanding 2.100.

Swift dirancang khusus untuk mengamati ledakan sinar gamma, fenomena paling energik di alam semesta, serta berbagai peristiwa kosmik lainnya seperti supernova dan aktivitas lubang hitam.

Misi utamanya yang direncanakan hanya dua tahun berhasil diperpanjang jauh lebih lama berkat kontribusi ilmiahnya yang signifikan. Operasi ilmiah dihentikan pada 20 Oktober 2026 setelah orbitnya menurun tajam akibat drag atmosfer yang meningkat. Upaya penyelamatan dengan pesawat ruang angkasa khusus beberapa bulan sebelumnya juga gagal.

Akhir perjalanan Swift menandai penutupan salah satu observatorium antariksa paling produktif NASA. Data yang dikumpulkannya selama lebih dari dua dekade diperkirakan masih akan dimanfaatkan para ilmuwan dalam penelitian selama bertahun-tahun ke depan.

Baca juga :  Unjuk Rasa Kenaikan Harga Pertamax Diwarnai Pembakaran, Lalu Lintas Macet Parah
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!