
Dpnews Indonesia || Majalengka – Polemik perpindahan seorang siswa berinisial Alip dari SMP Negeri 1 Maja, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian publik. Persoalan tersebut mencuat setelah beredarnya sejumlah informasi mengenai dugaan pelanggaran asusila yang disebut melibatkan Alip dengan seorang siswi di lingkungan sekolah.
Untuk memperoleh kejelasan, Dpnews Indonesia Investigasi melakukan konfirmasi langsung kepada Ibu Ida, orang tua Alip. Dalam keterangannya, Ibu Ida mengaku tidak mengetahui secara terperinci persoalan yang menjadi dasar munculnya berbagai dugaan tersebut.
Ia mengatakan, saat mendatangi sekolah, dirinya diminta berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait persoalan yang melibatkan anaknya.
“Pas saya datang ke sekolah, pihak sekolah berbicara, ‘sok koordinasi ke saya’,” ujar Ibu Ida.
Ibu Ida juga mengungkapkan adanya pembicaraan mengenai rencana perpindahan Alip ke sekolah lain. Menurutnya, sempat disampaikan bahwa terdapat salah satu SMP yang tidak bersedia menerima anaknya.
Terkait alasan perpindahan tersebut, Ibu Ida meminta agar persoalan Alip tidak dicampuradukkan dengan berbagai rumor yang berkembang di masyarakat.
“Alasannya pindah ya itu, jangan disatukan, biar tidak ada keterlanjuran lebih lanjut. Dengan si ceweknya di lingkungan sekolah SMP Negeri 1 Maja,” tuturnya.
Ia menegaskan tidak mengetahui secara detail persoalan yang sebenarnya terjadi antara Alip dan siswi tersebut, termasuk dugaan-dugaan yang beredar.
Rumor Kehamilan Belum Terbukti
Saat dikonfirmasi mengenai rumor yang menyebut adanya dugaan hubungan antara kedua siswa hingga muncul isu kehamilan, Ibu Ida mengaku hanya mendengar informasi tersebut dari luar.
“Di luar mah bisa aja sampai ke ceweknya hamil lah, apa. Saya juga mendengar,” ungkapnya.
Dengan demikian, informasi mengenai dugaan kehamilan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Ibu Ida juga menyebut bahwa Alip dan siswi yang dimaksud sama-sama mengikuti kegiatan OSIS. Ia mempertanyakan penanganan persoalan tersebut di lingkungan sekolah yang menurutnya belum disampaikan secara terbuka.
“Malah sekolah juga silent masalah ini,” katanya.
Orang Tua Mengaku Pernah Dipanggil Sekolah
Ibu Ida mengungkapkan bahwa dirinya pernah dipanggil ke sekolah untuk membicarakan persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan sempat melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Ia menyebut telah mendatangi sekolah pada Kamis dan Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan pihak sekolah.
Dalam keterangannya, Ibu Ida juga menyebut nama Pak Totoy dan Pak Jen yang menurutnya terlibat dalam komunikasi mengenai kemungkinan Alip melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 3 Maja.
“Pak Totoy sama Pak Jen, SMP 3 Maja menerima untuk bersekolah karena dikeluarkan dari SMP 1 Maja,” ungkapnya.
Ibu Ida juga mengaku mendapat pesan agar tidak terlalu memikirkan pembicaraan yang berkembang di masyarakat karena menurut informasi yang diterimanya, Alip dapat kembali bersekolah pada Senin.
Sekolah Diminta Buka Klarifikasi
Keterangan Ibu Ida menjadi bagian dari upaya DpNews Indonesia Investigasi untuk memperoleh informasi dari pihak keluarga. Namun, sejumlah hal penting masih membutuhkan penjelasan resmi dari SMP Negeri 1 Maja.
Di antaranya, alasan resmi perpindahan Alip, status administrasi siswa apakah dikeluarkan atau mengundurkan diri, proses penanganan oleh guru BK, serta dugaan pelanggaran tata tertib yang disebut menjadi latar belakang persoalan tersebut.
Klarifikasi juga diperlukan untuk memastikan apakah penanganan terhadap kedua siswa telah dilakukan sesuai prosedur dan dengan memperhatikan perlindungan hak anak.
Dpnews Indonesia Investigasi menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan pelanggaran asusila maupun rumor kehamilan belum dapat disimpulkan sebagai fakta. Seluruh keterangan masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Mengingat persoalan ini menyangkut siswa yang masih berusia anak, pemberitaan dilakukan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, perlindungan identitas anak, serta menghindari penghakiman terhadap pihak mana pun.
Dpnews Indonesia Investigasi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak SMP Negeri 1 Maja, keluarga siswa lainnya, maupun pihak terkait agar persoalan ini dapat terungkap secara utuh, berimbang, dan berdasarkan fakta.











