Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Korban Terdampak Gempa Bumi Cianjur Harus Rela Mengurus Bayi Di Tenda Pengungsian

417
×

Korban Terdampak Gempa Bumi Cianjur Harus Rela Mengurus Bayi Di Tenda Pengungsian

Sebarkan artikel ini

Dampak Gempa Bumi Cianjur

Dpnews Indonesia || Cianjur – Heri Sunardi (36) tahun warga Kampung Marilit RT 03/04, Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Merupakan salah satu korban gempa bumi yang terjadi pada senin 21 November 2022 lalu.

Heri bersama sang istri Pipih Sopiah (24) yang menjadi korban terdampak gempa bumi 6,5 skala richter tersebut, terpaksa harus mengurus anaknya yang masih berusia 40 hari di tenda pengungsian.

Menurut keterangan Heri bahwa sebelum gempa bumi memporak porandakan rumahnya, kehidupannya amatlah baik. Namun kini bukan hanya ekonomi yang terpuruk. Ia pun terpaksa mendirikan hunian sementara dari terpal.

“Bukan tanpa alasan kami masih bertahan di tenda. Saya yang hanya kuli buruh Pabrik tidak otomatis bergelimang uang. Saya harus pontang panting mencari uang untuk sekedar mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ingin seperti warga lain mempunyai uang lebih untuk ngontrak di rumah yang layak namun kondisi keuangan saya yang tidak punya memaksa bertahan tinggal di tenda,”Ucap Heri kepada wartawan, Jumat, (29/3/24).

Heri mengungkapkan kepiluannya ketika hujan turun, tenda yang keluarganya diami kerap kebanjiran.

“Anak saya yang masih balita kedinginan terpaksa alas tidur pun diangkat dan kami sekeluarga tidak bisa tidur karena alasnya basah semua, begitupun saat siang hari kita kepanasan. Lebih parah saat ada angin besar tenda kita beterbangan,” ungkapnya.

Hunian Sementara masih belum ia terima meski pengontrolan dari Pemerintah sudah sering dilakukan.

“Pengontrolan dari Pemerintah setempat sudah sering dilakukan namun belum ada realisasinya. Bantuan untuk hunian sementara pun selama satu tahun lebih belum pernah saya terima,” kata dia.

Heri menambahkan jika pada awal bencana dirinya selalu mendapatkan bantuan. Namun kini untuk keperluan anaknya pun sulit ia dapatkan.

Baca juga :  RSUD Cideres Adakan Pelayanan Operasi Katarak Gratis Melalui Program Bengras

“Memang awal- awal kejadian bantuan banyak tetapi sekarang belum ada bantuan apapun. Padahal saya sangat mengharapkan bantuan terutama untuk anak saya yang masih balita perlu popok dan susu setiap minggunya” Pungkasnya.

Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah agar dirinya beserta keluarga menempati rumah layak huni.

“Mau bagaimana lagi paling nunggu bantuan dari Pemerintah agar rumahnya segera diperbaiki. Apalagi menjelang Idul Fitri saya ingin sekali tinggal di rumah yang layak kasian anak saya yang masih balita” ujarnya penuh harap.

Pemerintahan setempat melalui Sekertaris Desa Talaga, Hikmat membenarkan, jika warganya tersebut belum mendapatkan bantuan perbaikan rumah maupun bantuan dana tunggu hunian.

“Dari jumlah total 34 warga Desa Talaga yang belum mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian sebanyak 21 warga 13 warga sudah melaksanakan pencairan. Waktu pengajuan semua warga masih di tenda kami ajukan agar dapat bantuan Dana Tunggu Hunian namun baru pencairan keluar hanya beberapa,” kata Hikmat melalui sambungan whatsapp.

Hikmat menambahkan jika pihaknya sudah mengajukan agar warganya tersebut segera mendapatkan bantuan. Namun sampai saat ini masih belum ada realisasinya.

“Terus diajukan lagi dan sampai sekarang belum ada pencairan lagi. Sebagian masuk SK 4, paling hanya beberapa warga saja masih tinggal di tenda sisanya ikut numpang tinggal di rumah saudaranya,” Terang Hikmat menjelaskan.

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!