Dpnews Indonesia || Cianjur- Ketua PKG (Pusat Kegiatan Gugus) Kecamatan Cikalong Dede Supahman S.Pd. I sangat disayangkan membuat pernyataan yang dinilai kontroversial. Sumber mengatakan saat dihubungi beberapa waktu lalu melalui Handphone selulernya kepada Dpnews Indonesia dalam sebuah acara rapat rutin menyebutkan bahwa, “Bagi Lembaga yang menerima Bantuan Operasional Paud Tahun Anggaran 2024 boleh tidak berbelanja SIPLAH”.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Anggota PKG dan kalangan pendidik lainnya. Mereka menilai bahwa arahan Ketua PKG tersebut sudah menyimpang dan tidak sesuai dengan peraturan.
“Saya mempertanyakan apakah benar pernyataan Ketua PKG tersebut untuk tahun sekarang Lembaga yang menerima BOP tidak apa-apa tidak dibelanjakan SIPLah, kata Pak Dede juga tidak apa-apa tidak belanja juga”. Kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Sumber menambahkan “Menurut informasi yang saya peroleh dari rekan-rekan Kepala Paud saat itu, rapat rutin PKG dan sosialisasi BOP diadakan di salah satu lembaga Paud di Cikalong. Mengapa seorang Ketua PKG yang benar-benar memahami aturan mengarahkan agar tidak berbelanja melalui SIPLah? ,” imbuhnya.
Sementara Ketua PKG Kecamatan Cikalongkulon Dede Supahman, S.Pd. I saat di konfirmasi di salah satu lokasi beberapa waktu lalu membantah hal tersebut.
“Saya tidak pernah memberikan arahan kepada lembaga untuk tidak berbelanja SIPLah baik di acara formil maupun di warung kopi ngobrol santai. Saya merasa di fitnah dengan adanya informasi tersebut. Saya akan lapor balik apabila hal itu terbukti tidak benar,” ujarnya.
Lebih jauh Dede menyatakan “Anda telah menuduh saya (wartawan.red) ia saya sudah bilang bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa saya tidak mengarahkan. Tapi anda bilang kan ada bukti saya sekarang minta buktinya Bu. Ia saya sudah verifikasi ke lembaga termasuk saya sudah tanya Bu Ema semuanya sudah belanja malah belanjanya semua ke CV Adyaksa. Saya sudah menegaskan bahwa tidak pernah melarang kepada lembaga untuk berbelanja ke CV manapun.
Saat diminta tanggapannya Penilik Kecamatan Cikalongkulon ketika dihubungi wartawan DP NEWS melalui handphone selularnya membenarkan bahwa Ada beberapa Kepala Paud yang menghubungi lewat pesan WhatsApp terakhir kemarin mengeluhkan dan mempertanyakan apakah benar kalau tahun sekarang tidak berbelanja SIPLah tidak apa-apa.
“Saya sampai bilang Astaghfirullah Adzim belanja SIPLah itu wajib harus dibelanjakan Kenapa kok bisa memberikan pernyataan yang menimbulkan kontroversi di antara para Lembaga,” ujarnya.
Dirinya menyayangkan apabila karena pernyataan ketua PKG tersebut dapat berimbas kepada terkendalanya pencairan tahap berikutnya.
“Kalau sampai para Kepala Lembaga Nurut sama arahan Ketua PKG maka saya prihatin karena apabila 10 % tidak dibelanjakan atau tidak dialokasikan maka lembaga tersebut tidak akan menerima pencairan tahap 2, kasihan kan lembaga. Karena sistem tidak akan bisa diajak kerjasama,” pungkasnya.











