Dpnews Indonesia || Majalengka – Kejadian di Pemilu terbesar 2024 menjadi pemilu, terburuk, tersadis, terbrutal dan paling mengerikan. Itu di ungkapkan Eep Hidayat selaku ketua DPD Partai Nasdem, di sela – sela unjuk rasa masyarakat di depan kantor Bawaslu Kabupaten Majalengka. Senin, (8/7/2024).
Lebih jauh Eep menerangkan berubah nya berita acara di PPK dari 23 berita acara PPK, atau 23 berita acara dari 26 Kecamatan, berarti 88 persen pada berita acara di KPU Majalengka, yaitu terjadinya pergeseran suara partai Nasdem pada suara calon, salah satunya pada suara Ujang Bey no urut 5 (3127) .
Ketika di tanyakan sejauh mana tanggapan dari Bawaslu sendiri terkait dengan unjuk rasa ini Kang Eep Hidayat mengatakan.
“Saya tidak tahu lihat saja setelah tanggal 14 apa rekomendasi dia tentang laporan masyarakat, tapi yang jelas kita kurang percaya. Karena yang terang -terangan pada saat rapat pleno KPU Majalengka dan setelah nya tidak ada ditemukan kecurangan apalagi yang sembunyi – sembunyi jadi kita masih tidak percaya,” jelas Eep.
“Wajar kalau kita tidak percaya kepada ketua Bawaslu Majalengka, sehingga kita tetap ada di jalan seperti ini. Dan ini dengan waktu yang tidak ditentukan selama keadilan ini belum di tegakan, bisa setahun atau mungkin dua tahun atau tiga tahun lebih, tapi tidak untuk hari sekarang ini. Kami akan terus melakukan unjuk rasa, selama komisioner nya masih yang sekarang, dan selama keadilan ini belum di tegakkan,” tegasnya.











