Dpnews Indonesia || Cianjur – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nomor urut 3, Deden Nasihin dan Dr. Eva Fatimah, menegaskan komitmen mereka untuk mengembalikan identitas Kabupaten Cianjur sebagai kota santri. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam kampanye mereka, mengingat nilai-nilai kota santri dianggap mulai memudar akibat pengaruh globalisasi dan akulturasi budaya.
Ketua Divisi Logistik tim pasangan nomor urut 3, Ujang Arba Sofyan, menyampaikan bahwa kampanye akbar yang digelar di Lapangan Prawatasari Joglo, Kabupaten Cianjur, diwarnai dengan kegiatan istighosah bersama.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat Cianjur akan pentingnya menjaga identitas sebagai kota santri,” ujar Arba kepada awak media.
Arba menambahkan bahwa arus globalisasi telah membuat karakter kota santri semakin tergerus. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai religius yang menjadi ciri khas Cianjur.
Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap pasangan Deden Nasihin dan Eva Fatimah.
“Pasangan nomor urut 3 memiliki visi dan misi yang konkret serta rasional untuk membawa perubahan positif bagi Kabupaten Cianjur,” katanya.
Dalam program kerjanya, pasangan ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kami yakin, dengan hadirnya pasangan nomor 3, berbagai permasalahan yang selama ini melanda Cianjur, termasuk stagnasi di bidang infrastruktur dan IPM, akan menemukan solusi,” pungkas Arba.











