Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Anak Krakatau dan Semeru Erupsi Pagi Ini, Status Keduanya Tetap Siaga

41
×

Anak Krakatau dan Semeru Erupsi Pagi Ini, Status Keduanya Tetap Siaga

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Dua gunung api aktif di Indonesia, Anak Krakatau di Selat Sunda dan Semeru di Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (6/9/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mencatat erupsi Anak Krakatau masih berlangsung, sementara Semeru meletus pagi ini dengan kolom abu mencapai 1.000 meter.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9) malam pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut menghasilkan semburan lava menyerupai air mancur (lava fountain) disertai suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran. Erupsi masih terdeteksi hingga Sabtu pagi dan berlanjut. Pada Minggu dini hari pukul 03.53 WIB, seismograf kembali merekam erupsi dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati, namun warna merah menyala dari semburan lava terlihat jelas.

Baca juga :  Unit Reskrim Polsek Cikarang Timur Ungkap Kasus Dugaan Narkotika Jenis Sabu

Status Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Potensi ancaman utama berupa aliran lava dan lontaran batu pijar. Badan Geologi menegaskan tubuh gunung yang masih relatif kecil sehingga risiko longsor besar yang dapat memicu tsunami dinilai minim.

Sementara itu, Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi pada Minggu pagi pukul 07.51 WIB. Kolom letusan teramati setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik.

Status Semeru juga berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta menjaga jarak 500 meter dari tepi sungai di jalur tersebut karena berpotensi terlanda awan panas dan lahar hingga 17 kilometer. Aktivitas di radius 5 kilometer dari kawah/puncak juga dilarang karena rawan lontaran batu pijar. Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

PVMBG terus memantau kedua gunung api secara intensif. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, MAGMA Indonesia, dan instansi terkait, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga :  Polsek Tambun Selatan Bersinergi Dengan Dinas Budpora Melalui Bidang Kebudayaan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!