Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Erupsi Anak Krakatau Jadi Perhatian Media Internasional, Kolom Abu Tembus 15 Km, Jepang Pastikan Tak Berdampak Tsunami

52
×

Erupsi Anak Krakatau Jadi Perhatian Media Internasional, Kolom Abu Tembus 15 Km, Jepang Pastikan Tak Berdampak Tsunami

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat malam (4/9/2026) menarik perhatian sejumlah media asing. Laporan mereka menyoroti tinggi kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 15 kilometer serta respons otoritas Jepang yang sempat memantau potensi tsunami.

Menurut data Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) yang dikutip media Thailand The Nation, abu vulkanik terdeteksi mencapai flight level 500 atau setara 15,2 kilometer pada Sabtu (5/9/2026) pagi. Pengamatan satelit menunjukkan lapisan abu bagian atas bergerak ke arah barat, sementara lapisan bawah bergeser ke selatan hingga tenggara.

Baca juga :  Kodim 0617/Majalengka Gelar Upacara Bendera, Dandim Tekankan Disiplin dan Loyalitas Prajurit

Erupsi dimulai sekitar pukul 23.07 WIB Jumat malam dan berlangsung menerus hingga Sabtu, disertai fenomena lava fountain serta suara gemuruh. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat intensitas letusan termasuk yang tertinggi sepanjang 2026, meski status gunung tetap di Level III (Siaga) dengan zona larangan 3 kilometer dari kawah aktif.

Media asing, termasuk Xinhua dan laporan yang dikutip Weathernews Jepang, juga menyoroti respons Japan Meteorological Agency (JMA). JMA sempat melakukan pemantauan ketat terkait kemungkinan dampak tsunami, merujuk pengalaman letusan Tonga 2022. Namun pada pukul 12.30 waktu Jepang (10.30 WIB), JMA memastikan tidak ada perubahan permukaan laut signifikan di stasiun pemantauan Jepang maupun kawasan Pasifik. Erupsi dinyatakan tidak menimbulkan dampak tsunami bagi Jepang.

Otoritas Indonesia, melalui PVMBG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menegaskan bahwa pertumbuhan tubuh gunung pascaerupsi 2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan skala besar yang memicu tsunami. Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi, sambil menjauhi radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik.

Baca juga :  Selain Mengamankan Jalur Mudik, Polres Purwakarta Amankan Objek Wisata Jelang Lebaran
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!