Dpnews Indonesia || Cianjur – Satgas Citarum Harum Sektor 12 selain melaksanakan penertiban Keramba Jaring Apung (KJA), mereka juga tetap melakukan pembersihan sampah dan juga pengangkatan gulma eceng gondok di perairan Waduk Cirata di Wilayah Sektor 12.
Telah kita ketahui bahwa Satgas Citarum Harum Sektor 12 memiliki 5 Sub, yaitu Sub 1 Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat, Sub 2 Maniis Kabupaten Purwakarta dan Sub 3, 4 dan 5 berada di Kabupaten Cianjur.
Komandan Sektor 12 Citarum Harum Kolonel Inf. H. Amir Mahmud melalui Dansubsektor 2 Maniis, Sertu Agus Bintoro membenarkan jika selain melaksanakan kegiatan penertiban dan penataan KJA pihaknya juga tetap melaksanakan kegiatan lain, seperti membersihkan sampah yang ada di aliran sungai dan juga melakukan pengangkatan hamparan gulma eceng gondok yang kerap mengganggu mobilitas para petani KJA.
“Iya, sebelum melakukan penataan satgas juga tetap menyempatkan waktu untuk melakukan pengangkatan gulma eceng gondok di perairan Cirata juga membersihkan aliran sungai, nah setelah itu, barulah kami melakukan penertiban KJA,” kata Sertu Agus.
Sertu Agus menerangkan jika pembersihan sampah dan pengangkatan gulma eceng gondok juga penting dilakukan demi keberlangsungan Waduk Cirata ini.
“Ya, selain melakukan pengangkatan dan pembersihan sampah kita juga tetap memberi edukasi ke para petani supaya dia peduli tentang waduk cirata, seperti jangan membuang sampah sembarangan dan jangan membuang bambu sembarangan ke waduk Cirata serta mereka juga harus peduli pada pengangkatan eceng yang begitu banyak,” ujarnya.
Sertu Agus menjelaskan jika kepedulian para petani itu bisa ditunjukan dengan salah satu cara seperti mengangkat gulma eceng sendiri tanpa mengandalkan satgas, mengingat satgas hanya membantu dan memberi contoh karena keberlangsungan cirata ini merupakan tanggung jawab kita bersama.
“Agar sampah dan eceng gondok ini tidak semakin banyak dan terus mengganggu mobilitas para petani maka para petani juga harus dapat memelihara tempat usahanya seperti salah satunya dengan membawa eceng gondok dari perairan ke darat, karena dari sekian banyak petani pasti memiliki perahu. Nah saya menghimbau kepada petani yang memiliki perahu, jika pulang dari keramba diharapkan dapat membawa eceng menggunakan perahunya tersebut untuk dibuang dan mari bersama sama kita sukseskan program citarum harum ini,” harapnya.











