Dpnews Indonesia || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja ke Timur Tengah, mengadukan nasib dirinya kepada Posko Pengaduan Dpnews Indonesia pada Kamis 13/02/25.
Adalah Rahmawati Selano Hasim, PMI asal Laimu, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah. Kepada Posko Pengaduan Dpnews Indonesia melalui media WhatsApp, menceritakan awal mula tergiur bujuk rayu sang perekrut untuk bisa bekerja di luar negeri dengan gaji besar dan pekerjaan ringan di negara Arab Saudi.
“Saya dijanjikan serba enak kerja di Saudi Bu sama sponsor, tapi kenyataanya kini lain, gaji gak jelas, majikan terus gonta ganti, mana saya lagi sakit terus di suruh kerja, gak ada alasan bagi saya agar bisa istirahat, saya sudah gak kuat Bu, tolong bantu saya agar saya bisa pulang,” keluhnya kepada Reni tim dari posko pengaduan.
Wanita kelahiran Laimu 1998 yang sudah hampir tiga tahun bekerja menjadi asisten rumah tangga itu pun minta bantuan agar pihak pemroses bertanggung jawab dengan pemberangkatan dia segera memulangkan pahlawan devisa itu kembali ke Indonesia.
“Saya sudah hampir tiga tahun di Arab sini Bu, seharusnya saya sudah pulang karena kata mereka ( pemerises_red) saya dikontrak dua tahun, tapi majikan atau Ejen disini seolah mempersulit. Saya minta pemroses yang memberangkatkan saya pulangkan saya, pak Jiyad pak Riyad pulangkan saya,” pintanya.
Ketika Tim Posko Pengaduan mempertanyakan perusahaan yang memberangkatkan Rahmawati, hingga berada di Arab Saudi tersebut, wanita yang mulai rapuh semangatnya itu hanya menyebutkan nama Avida tempat awal dia di interview sama pemroses ketika melakukan medical check up.
“Kata para pemroses sih saya di proses PT. Avida, tapi gak tau sih yang jelas mereka ketika saya telpon tidak ada satupun yang merespon saya,” ungkapnya.
Sementara itu Nurul Sachria, Tim Posko Pengaduan yang akrab dipanggil para PMI Bunda Reni itu sangat menyesalkan dengan respon para pemroses ketika di konfirmasi.
“Kita terkadang menyimpulkan bahwa memang benar telah terjadi yang namanya perdagangan orang, kenapa? Kerena kalau tidak merasa seperti itu respon dong dan berikan pertanggung jawaban, manusia itu lho, punya keluarga punya hak. Jangan ini mah kita konfirmasi saling lempar tanggung jawab, jangan begitu lah. Jangan kalian hanya lihat keuntungannya saja, mereka bukan budak belian yang bisa semena mena kalian perlakukan,” tegasnya dengan raut wajah yang memerah.











