Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Elite PDIP dan PSI Saling Kritik Terkait Perpindahan Kader

45
×

Elite PDIP dan PSI Saling Kritik Terkait Perpindahan Kader

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Hubungan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memanas menyusul gelombang perpindahan kader di kedua belah pihak dalam beberapa bulan terakhir. Elite dari kedua partai saling melempar kritik tajam, meski masing-masing membantah melakukan pembajakan kader secara sistematis.

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyinggung istilah “kutu loncat” untuk menggambarkan kader yang berpindah partai, sambil menuding adanya upaya dari pihak tertentu, termasuk yang dikaitkan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo, untuk membujuk kader PDIP bergabung ke PSI.

Baca juga :  Gubernur KDM dan Bupati Majalengka Tinjau Pergerakan Tanah di Malausma Siapkan Relokasi Berkonsep Desa Wisata

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan bahwa perpindahan partai merupakan hak privat setiap individu. “Ini murni hak privat,” ujar Bestari seusai bertemu dengan Jokowi di Solo, Kamis (18/6/2026). Ia juga menyatakan PSI tidak sedang membajak kader dari partai manapun.

Dalam dua bulan terakhir, sejumlah kader PDIP di daerah seperti Solo dan Sumatera Selatan dikabarkan bergabung dengan PSI. Sebaliknya, beberapa kader PSI di Bandung dan daerah lain juga resmi pindah ke PDIP. Kedua partai sama-sama menyatakan tidak melakukan pendekatan aktif untuk merekrut kader lawan.

Pengamat politik menilai fenomena saling silang kader ini sebagai hal biasa dalam dinamika politik menjelang Pemilu 2029, meski terjadi lebih awal dari biasanya. Hingga kini, kedua partai menyatakan tetap fokus pada konsolidasi internal masing-masing.

Baca juga :  Sinergi TNI-Polri Amankan Wisata Lebaran, Dandim Majalengka Ikuti Anev Sitkamtibmas Nasional
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!