Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Lapas Cianjur Kembangkan Pertanian dan Peternakan sebagai Sarana Pembinaan dan Kemandirian Warga Binaan

33
×

Lapas Cianjur Kembangkan Pertanian dan Peternakan sebagai Sarana Pembinaan dan Kemandirian Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur kembali memperkuat arah pembinaannya dengan menjadikan sektor pertanian dan peternakan sebagai ruang belajar produktif bagi warga binaan. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk menyiapkan bekal keterampilan yang bisa dipakai ketika mereka kembali ke masyarakat.

Program tersebut dijalankan di atas lahan seluas kurang lebih 6,5 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Campaka. Di lokasi yang sama, Lapas juga mengembangkan Sarana Asimilasi dan Edukasi atau SAE di dalam tembok. Kombinasi lahan terbuka dan area pembinaan tertutup ini memberi ruang bagi warga binaan untuk belajar dari dua sisi, yakni skala produksi dan pengelolaan harian.

Baca juga :  Miris! Rumah Sakit Islam Karawang Tolak Pasien dengan Alasan BAU Kenapa?

Keterlibatan warga binaan dilakukan secara menyeluruh. Mereka mulai dari tahap persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, pemberian pakan, perawatan ternak, hingga proses panen. Rutinitas ini sengaja dirancang agar nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja tumbuh secara alami dalam kegiatan yang nyata, bukan sekadar teori di dalam kelas.

Di sektor peternakan, fokus utama saat ini adalah ayam pedaging. Kapasitas panennya mencapai sekitar 1.000 ekor setiap 35 hari sekali. Siklus yang relatif cepat ini membuat warga binaan bisa merasakan langsung proses mulai dari DOC masuk, pembesaran, sampai penjualan, sehingga pemahaman tentang manajemen usaha menjadi lebih utuh.

Selain ayam pedaging, Lapas Cianjur juga mengelola 2.000 ekor ayam petelur. Dari populasi itu, produksi telur yang dihasilkan rata-rata mencapai 1.800 butir per hari. Hasilnya sebagian digunakan untuk kebutuhan internal, sebagian lagi menjadi sarana pembelajaran tentang pencatatan produksi, perawatan kandang, dan menjaga kualitas pakan.

Baca juga :  Edarkan Pil Tramadol Tanpa Izin, Pria 21 Tahun Digelandang ke Polsek Babelan

Tidak berhenti di unggas, pembinaan juga merambah ke peternakan domba Dorper sebanyak 20 ekor. Kegiatan ini dilaksanakan di area asimilasi di dalam tembok Lapas. Di sini warga binaan belajar tentang kebersihan kandang, pemberian pakan hijauan, hingga penanganan kesehatan ternak dasar sebagai bagian dari keterampilan yang aplikatif.

Pada sektor pertanian, Lapas mengembangkan komoditas hortikultura dengan target produksi sekitar 300 kilogram per bulan. Berbagai jenis sayur dan buah ditanam, dirawat, dan dipanen langsung oleh warga binaan. Proses ini melatih kesabaran dan ketelitian, karena hasil panen sangat bergantung pada perawatan harian dan pengelolaan cuaca.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, menegaskan bahwa orientasi program ini melampaui angka produksi. “Ketahanan pangan bagi kami bukan hanya tentang menghasilkan pangan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut menjadi media pembinaan. Warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu secara nyata sehingga mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Bekali Kepala Desa Dengan Literasi Media, Gempur Hoaks Dan Bangun Partisipasi

Menurut Prayogo, setiap kegiatan di ladang dan kandang adalah ruang pembentukan karakter. “Mereka belajar disiplin dalam merawat ternak dan tanaman, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, bekerja sama, serta memahami bagaimana sebuah proses produksi dijalankan. Inilah yang kami harapkan dapat tumbuh menjadi kemandirian, lanjutnya.

Program ketahanan pangan ini juga dihubungkan dengan proses reintegrasi sosial. Melalui kegiatan asimilasi, warga binaan mendapat kesempatan berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat di sekitar. Dengan begitu pembinaan tidak berhenti di dalam Lapas, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kepercayaan dan menyiapkan mental untuk hidup produktif di luar.

Berbarengan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapas Cianjur mengusung semangat Ketahanan Pangan untuk Negeri — Dari Pembinaan, Tumbuh Kemandirian”. Melalui pendekatan ini, Lapas berkomitmen menjadikan setiap hektare lahan dan setiap kandang sebagai kelas kehidupan, tempat menumbuhkan keterampilan, kemandirian, dan harapan baru bagi warga binaan sebelum mereka kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Baca juga :  Bupati Eman Inovasi Jalan Lintas Selatan Majalengka Dipersingkat Jarak Tempuh Majalengka ke Bantarujeg dan Lemahsugih
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!