Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Emas Coba Bangkit, Proyeksi Harga Terbaru Masih Membatasi Optimisme, Koreksi Dinilai Sementara

78
×

Emas Coba Bangkit, Proyeksi Harga Terbaru Masih Membatasi Optimisme, Koreksi Dinilai Sementara

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir. Namun, sejumlah proyeksi analis untuk sisa tahun 2026 masih berada di bawah rekor tertinggi yang pernah dicapai, sehingga memberi nuansa kehati-hatian bagi investor.

Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (9/10/2026), harga emas spot ditutup di level US$ 4.193,87 per ons troi, menguat 1,47 persen atau sekitar 60,75 poin. Sebelumnya, harga sempat tertekan hingga US$ 4.113,89, level terendah sejak awal Agustus 2026. Dalam dua bulan terakhir, emas tercatat terkoreksi sekitar 5,26 persen.

Baca juga :  Danposramil Hadiri Penutupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SMKN 1 Panyingkiran

Di pasar domestik, harga emas batangan Antam ukuran 1 gram pada Minggu (11/10/2026) stagnan di Rp 2.592.000 per gram, sama dengan hari sebelumnya. Harga buyback berada di level Rp 2.401.000 per gram.

Koreksi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dinilai bersifat sementara. Analis melihat penurunan lebih sebagai penyesuaian valuasi setelah kenaikan agresif sebelumnya, di mana harga sempat mendekati rekor di atas US$ 5.500 per ons troi pada Januari 2026. Tekanan datang dari penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang relatif tinggi, disertai aksi ambil untung.

Meski demikian, fundamental jangka panjang masih ditopang permintaan safe haven dan pembelian bank sentral. Beberapa lembaga keuangan dan analis komoditas memproyeksikan harga emas spot bergerak di rentang US$ 4.300–US$ 5.000 per ons troi menjelang akhir 2026. Proyeksi yang lebih moderat menempatkan target di kisaran US$ 4.400–US$ 4.900.

Secara teknikal, level support penting berada di area US$ 4.000–US$ 4.100, sementara resistance terdekat berada di sekitar US$ 4.200–US$ 4.300. Investor disarankan menerapkan strategi pembelian bertahap dan menjaga porsi emas tetap proporsional dalam portofolio, mengingat pasar masih bergejolak.

Dengan dukungan faktor struktural yang masih utuh, koreksi saat ini dipandang sebagai peluang akumulasi jangka menengah hingga panjang, meski pemulihan penuh menuju rekor baru masih membutuhkan waktu dan sinyal moneter yang lebih longgar.

Baca juga :  Jaksa KPK Ungkap Pertemuan dan Suap Bos Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!