Dpnews Indonesia || Cianjur – Suasana Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Senin kemarin terasa berbeda. Ratusan warga berkumpul untuk mengikuti kegiatan Bulan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Tahun 2026. Acara ini digelar terbuka di pusat kecamatan dan menjadi salah satu titik fokus peningkatan konsumsi pangan lokal yang aman dan bergizi.
Kegiatan tersebut merupakan aspirasi langsung dari Anggota Komisi IV DPR RI, DR. Ir. Hj. Endang S. Thohari, DESS.,M.Sc., dari Fraksi Partai Gerindra. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat, Endang mendorong agar program mutu perikanan tidak hanya berhenti di pusat, tetapi sampai ke desa-desa yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan.
Dalam sambutannya, Endang menegaskan bahwa sinergi antara legislatif dan pemerintah menjadi kunci. Tujuannya sederhana membangun kesadaran masyarakat bahwa ikan dan produk olahannya bukan hanya lauk, tetapi juga sumber protein berkualitas yang bisa menjaga kesehatan keluarga dalam jangka panjang.
Bukti nyata dari komitmen itu terlihat dari penyaluran 500 paket produk perikanan kepada warga Sukanagara. Setiap paket berisi marinasi lele 1 kg, bakso ikan tuna 500 gram, otak-otak ikan 500 gram, nugget ikan lele 500 gram, dan bakso tahu ikan 500 gram. Produk-produk ini dipilih karena praktis diolah, disukai anak-anak, dan memiliki nilai gizi tinggi.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat teknis. Hadir Eko Sulystianto, S.Pi.,M.Si., selaku Kepala Balai PPMHKP Jakarta. Dari pemerintah daerah hadir Iwan Setiawan, S.Pt., MM., Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur. Turut serta pula M. Darwin Syah Putra,S.Pi., M.Si., Kepala Unit Pelayanan BPPMHKP. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas institusi terhadap gerakan peningkatan mutu.
Endang S. Thohari dalam pidatonya menekankan satu hal penting. Peningkatan konsumsi ikan harus berjalan beriringan dengan pemahaman tentang mutu dan keamanan pangan. Menurutnya, masyarakat perlu tahu bagaimana memilih produk yang segar, cara penyimpanan yang benar, dan pentingnya membeli dari sumber yang terjamin pengawasannya.
Untuk itu, kegiatan Bulan Mutu tidak hanya berupa pembagian paket. Tim dari Balai PPMHKP Jakarta juga memberikan edukasi singkat tentang cara membaca label, mengenali ciri produk olahan ikan yang baik, dan pentingnya rantai dingin dalam menjaga kualitas. Edukasi ini diharapkan bisa diterapkan langsung di rumah tangga.
Dampak yang diharapkan cukup luas. Dengan akses terhadap pangan bergizi, keluarga di Sukanagara diharapkan memiliki asupan protein hewani yang lebih baik. Hal ini terutama penting bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Endang menyebut, keluarga sehat adalah fondasi utama kesejahteraan masyarakat desa.
Program ini juga merupakan bentuk kerja sama konkret antara Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Melalui skema aspirasi, dana dan program pusat disalurkan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Sukanagara dipilih karena letaknya strategis dan animo masyarakat terhadap produk perikanan cukup tinggi.
Ke depan, Endang berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya setahun sekali. Ia mendorong pemerintah daerah dan penyuluh perikanan untuk rutin menggelar pelatihan pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk perikanan UMKM lokal. Dengan begitu, selain konsumsi naik, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak.
Bulan Mutu 2026 di Cianjur menutup rangkaian kegiatannya dengan pembagian paket dan sesi tanya jawab. Warga menyambut antusias dan berharap program ini bisa menjadi awal dari kebiasaan baru: makan ikan lebih sering, memilih produk bermutu, dan mendukung produk olahan dari nelayan serta pembudidaya Indonesia.











