Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Fenomena Gerhana 2026: Hanya Satu yang Bisa Dilihat dari Indonesia

457
×

Fenomena Gerhana 2026: Hanya Satu yang Bisa Dilihat dari Indonesia

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik bagi pengamat langit dengan empat peristiwa gerhana matahari dan bulan. Namun, masyarakat Indonesia hanya berkesempatan menyaksikan satu di antaranya, yaitu Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026.

Menurut informasi dari komunitas astronomi dan sumber internasional seperti NASA serta Time and Date, empat gerhana yang terjadi sepanjang tahun ini adalah:

Baca juga :  Amankan Pemilu 2024, Personel Polres Purwakarta Amankan Penyortiran Dan Pelipatan Kertas Suara

Gerhana Matahari Cincin (Annular Solar Eclipse) pada 17 Februari 2026, terlihat di wilayah Antarktika, sebagian Afrika selatan, Amerika Selatan, serta Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia. Fenomena ini tidak terlihat di Indonesia.

Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, yang menjadi satu-satunya gerhana dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia. Gerhana ini juga dikenal sebagai “Blood Moon” karena Bulan akan tampak berwarna kemerahan.

Baca juga :  Pidato Prabowo di Hari Pancasila: Rakyat Tak Lagi Jadi Penonton Kekayaan Bangsa

Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026, melintasi wilayah Greenland, Islandia, dan utara Spanyol. Bagian Indonesia hanya mengalami gerhana matahari sebagian sangat tipis (jika ada), tetapi umumnya tidak signifikan dan tidak terlihat jelas.

Gerhana Bulan Sebagian pada 27-28 Agustus 2026, yang tidak terlihat dari Indonesia karena Bulan berada di bawah horizon selama peristiwa tersebut.

Baca juga :  Karya Bakti Peduli Lingkungan Penanaman Pohon Koramil 1908 Purwakarta Bersama Aparatur Desa Citalang Serta Warga

Pegiat astronomi Avivah Yamani dari komunitas Langit Selatan Bandung menyatakan bahwa hanya gerhana bulan pada Maret yang dapat disaksikan warga Tanah Air.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 akan berlangsung dengan fase totalitas yang menarik. Di Indonesia bagian timur, pengamatan lebih optimal karena Bulan terbit saat fase awal penumbra. Sementara di wilayah barat seperti Jakarta, Bulan terbit saat fase totalitas sudah berlangsung.

Baca juga :  Gerakan Pangan Murah Cianjur: Antusiasme Warga Hadir, Harga Sembako Diturunkan

Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang tanpa alat khusus, meski penggunaan teleskop atau binokular akan memberikan pengalaman lebih detail. Pastikan langit cerah dan bebas awan untuk pengamatan terbaik.

Meski gerhana matahari spektakuler tahun ini berlangsung jauh di belahan bumi utara, Gerhana Bulan Total Maret mendatang tetap menjadi momen langka yang patut dinantikan masyarakat Indonesia. Pantau terus update dari komunitas astronomi lokal untuk jadwal pasti pengamatan di kota Anda.

Baca juga :  Polres Purwakarta Raih Penghargaan Ke-3 dari Dir Binmas Polda Jawa Barat
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!