Dpnews Indonesia || Cianjur – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan silaturahmi jajaran Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Cianjur ke Markas Sektor 6 Satgas Citarum Harum pada Selasa pagi.
Rombongan Perhutani Cianjur dipimpin langsung oleh Administratur KPH Cianjur, Herdy Indriawan. Turut hadir Herry Rochmatul Fitri kasi perencanaan dan bisnis, Dede Hadi Permana,Asper BKPH Ciranjang, Vicky yuldan Mukharamsyah kepala sub Hukum kepatuhan agraria dan Supriyadi danru Polhut KPH CIANJUR . Kedatangan mereka disambut langsung oleh Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus.
Pertemuan yang berlangsung santai ini menjadi ajang mempererat komunikasi antara Satgas Citarum Harum dengan pengelola hutan negara di wilayah Cianjur. Obrolan tidak hanya seputar tupoksi masing-masing, tetapi juga membahas tantangan bersama dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum.
Dalam sambutannya, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergitas antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program Citarum Harum yang sudah berjalan sejak 2018.
Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Salah satu program prioritas Citarum Harum saat ini adalah penanganan lahan kritis. Kami melihat ada banyak kawasan Perhutani yang berada di DAS Citarum dan ini bisa kita garap bersama,” ujar Jhonson.
Menurutnya, penanganan lahan kritis tidak bisa dilakukan sendiri oleh TNI. Diperlukan dukungan data, teknis kehutanan, serta keterlibatan masyarakat yang selama ini menjadi mitra Perhutani. Dengan begitu, upaya penghijauan dan konservasi bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
ADM KPH Cianjur Herdy Indriawan menyambut baik ajakan tersebut. Ia menilai ada banyak titik temu antara program Perhutani dan Citarum Harum, terutama dalam hal rehabilitasi hutan, pencegahan erosi, dan penguatan fungsi lindung DAS.
“Kami siap bersinergi. Perhutani memiliki sumber daya manusia dan pengalaman di lapangan, sementara Citarum Harum memiliki kekuatan dalam pengerahan dan edukasi di masyarakat. Kalau digabungkan, dampaknya pasti lebih besar untuk Cianjur dan Jawa Barat,” kata Herdy.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan menugaskan jajaran Waka, Asper, dan Polhut untuk memetakan wilayah-wilayah yang masuk kategori kritis di kawasan hutan Cianjur yang berhulu ke Sungai Citarum. Pemetaan ini nantinya akan dijadikan dasar rencana aksi bersama.
Pertemuan ditutup dengan diskusi teknis dan rencana tindak lanjut. Kedua belah pihak sepakat membentuk tim kecil untuk menyusun program rehabilitasi lahan kritis secara bertahap, mulai dari penyediaan bibit, penanaman, hingga perawatan dan pengawasan.
Kolaborasi Sektor 6 Citarum Harum dan Perhutani Cianjur ini diharapkan menjadi contoh baik sinergi TNI dan BUMN kehutanan dalam menjaga DAS Citarum tetap lestari, sekaligus mendukung target pemerintah dalam memulihkan lingkungan di Jawa Barat.











