Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Gerhana Bulan Total Blood Moon Terjadi Tanggal 7 – 8 September 2025

405
×

Gerhana Bulan Total Blood Moon Terjadi Tanggal 7 – 8 September 2025

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Setelah tiga tahun absen, gerhana Bulan total kembali menyambangi Indonesia pada Minggu (7/9/2025) tengah malam hingga Senin (8/9/2025) subuh. Seluruh tahapan gerhana Bulan blood moon alias Bulan merah darah itu bisa disaksikan masyarakat. Namun, mereka yang tinggal di sisi timur Papua bagian Indonesia tidak akan bisa mengamati akhir gerhana Bulan karena Matahari sudah keburu terbit.

Gerhana Bulan terjadi saat Bulan memasuki wilayah bayang-bayang Bumi. Akibatnya, sinar Matahari yang menyinari seluruh Tata Surya, termasuk yang mengarah ke permukaan Bulan, tiba-tiba terhalang oleh Bumi. Bulan yang saat itu tengah purnama, berwarna kuning cerah, secara perlahan akan berubah menjadi gelap hingga akhirnya berwarna merah bata.

Baca juga :  Camat Maja dan Muspika Berikan Kejutan di HUT Bhayangkara ke-79

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fase GBP di Jakarta pada Minggu (7/9/2025) akan dimulai pukul 22.27 WIB. Posisi Bulan saat GBS awal ini sudah cukup tinggi, sekitar 70 derajat di arah timur. Namun, selama GBP, perubahan warna Bulan sulit diamati awam, hanya bisa dideteksi dengan teleskop.

Berikutnya, tahap GBS akan dimulai pukul 23.27 WIB dengan posisi Bulan sudah hampir di atas kepala. Pada fase ini, penggelapan permukaan Bulan mulai bisa diamati dengan mata telanjang yang dimulai dari bagian kiri bawah Bulan. Lengkungan hitam yang menunjukkan lengkungan umbra Bumi akan bergerak menuju sisi kanan atas Bulan.

Baca juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Dandim Majalengka Pantau Budidaya Ikan Nila di Sukahaji

Apabila seluruh permukaan Bulan akhirnya gelap penuh, itu menandakan fase totalitas gerhana sudah dimulai. Tahap GBT akan berlangsung pada Senin (8/9/2025) pukul 00.30 WIB. Saat ini, Bulan sudah mulai bergeser ke arah barat meski posisinya masih di atas kepala. Selama GBT, warna Bulan purnama akan berubah menjadi merah bata atau merah kecoklatan.

Fase totalitas GBT kali ini akan berlangsung selama 1 jam 22 menit yang puncaknya akan terjadi pukul 01.12 WIB dan akan berakhir pukul 01.53 WIB. Rentang waktu totalitas gerhana yang cukup lama ini akan memberikan kesempatan yang cukup panjang bagi masyarakat untuk bisa menikmati GBT dengan tenang sembari meresapi keindahan alam.

Baca juga :  Doa Bersama Warga Binaan Lapas Cianjur Untuk Indonesia

Setelah fase totalitas gerhana berakhir, permukaan Bulan akan balik seperti semula secara bertahap. GBS akan kembali terjadi dan warna Bulan merah bata selama GBT akan mulai disisipi lengkungan cahaya kuning terang. Bagian permukaan Bulan yang berubah lebih dulu dari gelap ke terang adalah bagian atas Bulan dan menuju sisi bawah Bulan. Ketika Bulan sudah terlihat kuning terang kembali, pukul 02.56 WIB, GBS pun berakhir.

Seusai GBS, warna Bulan sudah akan terang kembali meski sejatinya saat itu masih berlangsung tahap akhir GBP. Seluruh proses gerhana Bulan akan benar-benar selesai pada pukul 03.55 WIB ketika fase GBP berakhir. Dengan demikian, rangkaian proses gerhana Bulan dari GBP, GBS, GBT, hingga GBS dan GBP kembali memakan waktu selama 5 jam 27 menit. Sumber: Kompas.id

Baca juga :  Himpaudi Kecamatan Cianjur Gelar Aksi Damai Doa Bersama
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!