Dpnews Indonesia || Jakarta – Harga sejumlah bahan pokok strategis kembali bergerak naik pada Sabtu (17/1/2026). Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia mencatat kenaikan signifikan pada beras kualitas bawah I menjadi Rp14.450 per kilogram, naik 0,35 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Selain beras, komoditas gula pasir dan minyak goreng juga mengalami tren kenaikan serupa. Harga gula pasir di pasaran nasional rata-rata bertambah hingga Rp17.800–Rp18.200 per kg di beberapa wilayah, sementara minyak goreng curah ikut terdongkrak akibat fluktuasi pasokan dan biaya distribusi.
Di sisi lain, harga telur ayam ras justru menunjukkan penurunan tipis, menjadi Rp28.500–Rp29.000 per kg di pasar tradisional Jabodetabek. Penurunan ini dinilai sebagai efek stabilisasi pasca-libur akhir tahun.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah terus memantau dinamika harga dan siap melakukan intervensi melalui operasi pasar jika diperlukan.
“Kami berkoordinasi ketat dengan daerah untuk menjaga ketersediaan stok, terutama menjelang Ramadan yang semakin dekat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).
Para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku kenaikan harga beras membuat daya beli konsumen menurun drastis.
“Sudah dua minggu ini pembeli banyak yang mengurangi jatah belanja beras,” keluh seorang pedagang beras senior.
Fluktuasi harga pangan ini terjadi di tengah peringatan Hari Kesadaran Nasional yang diperingati hari ini, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola kebutuhan pokok.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar lonjakan harga tidak berlarut-larut dan membebani masyarakat kelas menengah ke bawah.
Pantau terus perkembangan harga pangan terkini di situs resmi PIHPS dan kanal berita terpercaya.











