Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

​Harmoni di Jembatan Citarum: Kawanan Monyet Liar Jadi Magnet Ngabuburit Warga

291
×

​Harmoni di Jembatan Citarum: Kawanan Monyet Liar Jadi Magnet Ngabuburit Warga

Sebarkan artikel ini

​Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Memasuki pertengahan Februari 2026, suasana sore di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur tepatnya di Desa Mandalawangi Kecamatan Cipatat tampak berbeda. Jembatan Lama Citarum kini bukan sekadar jalur penghubung, melainkan destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit pada Ramadan 1447 H.

​Pesona utama yang menarik perhatian bukanlah sekadar pemandangan alamnya, melainkan kehadiran sekawanan monyet ekor panjang yang hidup berdampingan secara damai dengan manusia. Fenomena unik ini menjadi hiburan tersendiri yang mengundang kekaguman luar biasa dari masyarakat setempat.

Baca juga :  Harga Bright Gas di Cianjur Turun Mulai 15 Juli 2026, Tabung 50 Kg Anjlok Rp 102 Ribu, Pembelian Masih Stabil

​​Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (25/02/2026), hewan-hewan liar tersebut tampak tidak canggung menghampiri warga yang melintas. Seolah sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, kawanan monyet ini mendekat dengan tenang, menanti pemberian makanan dari para pengunjung.

Baca juga :  Kang Dena dan Skenario Perebutan Kursi Ketua Golkar Majalengka

​Kreativitas warga pun terlihat dengan maraknya persiapan pakan berupa butiran jagung. Hal ini memudahkan interaksi aman antara warga dan satwa pengerat ekor panjang tersebut, menciptakan pemandangan harmonis yang jarang ditemui di lokasi lain.

Meskipun menjadi daya tarik wisata dadakan yang memikat, warga tetap menaruh harapan besar pada keberlangsungan ekosistem di kawasan tersebut. Kepada awak media DpNews Indonesia, sejumlah warga menyampaikan aspirasinya terkait penataan kawasan ini.

Baca juga :  Persib Pajang Trofi Juara Liga 1, Bobotoh Boleh Foto Foto

​”Kami berharap ada perhatian khusus dari pihak terkait, baik dalam hal menjaga keamanan warga yang berkunjung maupun upaya nyata untuk melestarikan lingkungan serta melindungi habitat monyet liar ini agar tetap terjaga,” ujar salah satu warga di lokasi.

​Fenomena di Jembatan Lama Citarum ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk aktivitas manusia, ruang untuk alam dan satwa liar harus tetap lestari. Kehadiran primata yang jinak ini diharapkan dapat dikelola dengan bijak sebagai salah satu aset wisata lokal yang edukatif dan berkelanjutan.

Baca juga :  Kami Anggota Buruh Bongkar Muat Pasar Induk Cibitung Bukanlah Premanisme
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!