Dpnews Indonesia || Cianjur – Viral di media sosial sebuah vidio menunjukan sejumlah warga tengah menurunkan genteng sebuah Sekolah Dasar Negeri Cipinang, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin, (19/5/25).
Dalam vidio yang berdurasi 30 detik tersebut dinarasikan bahwa adanya aktivitas jual beli aset sekolah berupa genteng.
Pengunggah yang diketahui warga sekitar dalam narasinya mengatakan, bahwa bangunan tersebut merupakan tempat umum milik masyarakat. Bahkan dirinya juga menyampaikan bahwa harus dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat.
“Kudu dilaporkeun ka Kang Dedi iyeu mah sakolaan umum milik Masyarakat teu menang dijual belikeun,” kata seorang warga yang merekam aktivitas tersebut.
Perekam juga menjelaskan bahwa sekolah tersebut merupakan Sekolah Dasar Negeri Cipinang yang berlokasi di Desa Mekarsari.
“Ini Sekolahan SD Kampung Cipinang, Desa Mekarsari,” ungkapnya.
Sementara Kepala SDN Cipinang, M Kasim mengatakan, bahwa dirinya membantah jika telah menjual genteng tersebut.
“Engga Pak kalau itu kita hibahkan kepada yayasan,” katanya.
Disinggung mengenai adanya isu penjualan dari warga yang ikut menurunkan genteng. Kasim menerangkan jika untuk pekerja tidak terlalu mengetahuinya.
“Engga kalau yang kerja itukan tidak tahu apa apa. Pokok nya saya tidak tahu masalah itu, yang jelas sebelum berita acara itu diturunkan dijadikan saya sudah koordinasi dulu dengan pak Sahidi bagai mana bagaimana dari petunjuk aset itu pak. Adapun masalah yang tadi mungkin tetangga bu rici kan tidak tahu seluk beluknya. Yang jelas saya tidak pernah menjual karena yayasan Bu Ricie meminta untuk dihibahkan dan itu juga atas persetujuan aset kalau tidak disetujui dari dinas saya juga tidak berani,” paparnya.
Terpisah melalui sambungan telpon Whatsap, Kepala PLT Kober Teratai, Ricie Masita, membenarkan bahwa dirinyalah penerima Hibah genteng dari SDN Cipayung yang nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan PAUD.
“Untuk pembangunan PAUD tapi kan saya belum ada dana nya jadi yang mau ngasih hibah genteng ya udah diambil aja,” imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinyalah yang menjual genteng Hibah tersebut kepada warga.
“Enggak itu kan ada yang beli gentengnya, emang iya sih tapi itu uangnya untuk pembiayaan pembongkaran gentengnya. Kan saya nyuruh orang orang untuk bongkar gentengnya,” tuturnya.
Ricie menyampaikan bahwa dirinya menjual sebanyak 2000 genteng dengan harga lima ratus rupiah kepada warga. ” 500 rupiah sebanyak 2000 biji ke warga di sana,” jelasnya.











