Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

Kampung Emas Mentari Resmi Diluncurkan, Puskesmas Sukanagalih Perkuat Upaya Eliminasi Anemia dan Stunting

57
×

Kampung Emas Mentari Resmi Diluncurkan, Puskesmas Sukanagalih Perkuat Upaya Eliminasi Anemia dan Stunting

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Puskesmas Sukanagalih, Pacet, resmi meluncurkan inovasi “Kampung Emas Mentari” kepanjangan dari _Eliminasi Masalah Anemia, Stunting, dan Menuju Target Nol Kematian Ibu-Bayi_. Program ini dirancang sebagai solusi terintegrasi untuk mengatasi persoalan kesehatan dasar yang selama ini dihadapi warga di wilayah kerjanya.

Inovasi ini digagas oleh dr. Ardya Lucita, dokter umum yang bertugas di Puskesmas Sukanagalih. “Kampung Emas Mentari” mengusung kolaborasi _Pentahelix_ karena masalah stunting dan AKI-AKB tidak bisa diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan.

Baca juga :  Unit Reskrim Polsek Sukatani Amankan Pria Diduga Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Kepala Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomas, menegaskan kuncinya ada pada gotong royong. “Kami mengintegrasikan peran Kecamatan, Pemerintah Desa, Kader Kesehatan, LSM, Tokoh Agama, Pihak Swasta, Akademisi, hingga Media Massa. Semua bergerak bersama.” ujarnya, Jumat, (19/6/26).

Dampak nyata di kampung percontohan:

  • Turunkan Anemia : Angka anemia ibu hamil dan remaja putri turun signifikan lewat pemantauan ketat + edukasi gizi.
  • Intervensi Stunting Efektif : Prevalensi stunting menurun berkat intervensi gizi spesifik dan sensitif yang dilakukan bersama.
  • Menuju Zero Kematian : AKI dan AKB di wilayah kerja berhasil ditekan.
  • Akses Lebih Mudah : Layanan kesehatan jadi lebih dekat, cepat, dan ramah warga.
  • Kesadaran Kolektif : Masyarakat makin sadar gizi seimbang, cek kehamilan rutin, dan PHBS.

Ke depan, Puskesmas Sukanagalih bersama dr. Ardya Lucita dan seluruh aktor inovasi berkomitmen mengawal, mereplikasi, dan memperluas jangkauan program ini. Targetnya: seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan dampaknya demi lahirnya generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Baca juga :  Ketidak Pastian Hukum Relawan Perjuangan Demokrasi Berujung Ke Kejaksaan Tinggi
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!