Dpnews Indonesia || Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi serta perwira menengah Polri hanya dua hari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Langkah cepat itu dijelaskan sebagai upaya menjawab tantangan masyarakat dan mempercepat respons institusi.
Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 diterbitkan pada Jumat, 2 Oktober 2026, sehari setelah Suyudi dilantik menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mutasi tersebut mencakup 14 pejabat utama di Mabes Polri dan 19 kepala kepolisian daerah (Kapolda). Dari total 88 personel, sebanyak 70 orang mendapat promosi atau jabatan baru, sementara 21 orang memperoleh kenaikan pangkat.
Pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026, sebanyak 27 pejabat menjalani serah terima jabatan dan pelantikan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan pergantian pejabat itu diharapkan mampu mempercepat respons Polri terhadap dinamika yang dihadapi masyarakat.
“Artinya kecepatan sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap dinamika yang dibutuhkan masyarakat terhadap Polri, ini juga salah satunya untuk menjawab tantangan masyarakat,” ujar Trunoyudo di Gedung Rupatama Mabes Polri, Sabtu malam.
Ia menambahkan, Kapolri menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan prinsip “Polri bersama masyarakat”. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir sebelumnya menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian sesuai kebutuhan institusi.
Langkah cepat Kapolri Suyudi ini menandai awal masa kepemimpinannya di Korps Bhayangkara.











