Dpnews Indonesia || Jakarta Timur – Tidak peduli dan memilih lari dari tanggung jawab atas nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bernama Merry Susanti warga Pekayon, Jakarta Timur, diduga dilakukan jaringan sindikat perdagangan orang dengan modus perekrutan tenaga kerja.
Dalam video yang dikirim kembali Merry ke posko pengaduan Dpnews Indonesia pada Kamis 21 Agustus 2025, menyebutkan tentang adanya beberapa nama yang dituding sebagai otak pemberangkatan Merry Susanti dan punya peran di Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT.Bahtera Tullus Karya yang diduga terlibat dalam proses Merry secara ilegal menjadi pembantu rumah tangga di negara penempatan Arab Saudi tersebut.
“Assalamualaikum saya Merry Susanti, saya di proses sama Bu Enur sama Bu Ela, sama Bu Ela saya diantarkan sama Pak Asep, dari Pak Asep saya diantarkan ke Pak Ramli punya PT.Bahtera, saya disini sakit pendarahan tidak henti-henti karena KB spiral, setelah KB spiral operasi KB spiral dan saya merasakan sakit semua, kepala saya dan muka saya hancur begini akibat pendarahan, saya ingin pulang,” lirihnya dalam potongan video yang berdurasi 01,16 detik, dan dalam video tersebut Merry berucap minta tolong sama pemerintah.
Melihat hal tersebut Tim Posko Pengaduan terus mencari solusi agar pihak pemroses mau bertanggung jawab untuk keselamatan PMI malang tersebut.
“Kita udah coba menghubungi siapa yang terkait dalam pemberangkatan Merry, hanya saja mereka seolah lepas tanggung jawab, dan kita pun sekarang lagi lengkapi berkas untuk bisa buat laporan kepada KP2MI, atas apa yang terjadi, mudah-mudahan ada jalan keluar, agar Merry bisa pulang kembali ke Indonesia,” ucap Reni Divisi Pengaduan Dpnews Indonesia.
Sementara itu Doel aktivis yang aktif bergabung di Posko Pengaduan menyikapi terkait adanya P3MI dalam pemberangkatan yang dilakukan oknum sponsor atau pemroses, mengharap adanya tindakan tegas terutama dari Kementrian Ketenagakerjaan.
“Terkait adanya dugaan keterlibatan Perusahaan Penempatan, kita harap pihak Kemenaker harus cepat menelusuri, betul gak P3MI itu terlibat, dan kalau nanti ada bukti keterlibatannya segera cabut ijin P3MI tersebut, karena hingga saat ini belum ada kejelasan ijin untuk PMI sektor Informal ke Timur Tengah,” ungkapnya.











