Dpnews Indonesia || Cianjur- Dugaan penyimpangan dana bantuan pendidikan untuk salah satu TK di Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur kini menjadi sorotan. Meski informasi mengenai dana ratusan juta rupiah yang dikucurkan untuk TK tersebut mencuat ke publik, kepala sekolah yang bersangkutan memilih bungkam saat dimintai klarifikasi.
Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media baik melalui sambungan telepon, pesan singkat, hingga kunjungan langsung ke sekolah tidak membuahkan hasil. Kepala sekolah terkesan menghindar dan enggan memberikan penjelasan terkait alokasi dan realisasi dana yang diduga tak direalisasikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Dpnews Indonesia, sekolah tersebut tercatat menerima dana dari berbagai sumber dalam waktu yang berdekatan, diantaranya. Bantuan alat peraga yang bersumber dari Bantuan Provinsi seperti Alat Peraga : Plat Pane, Laptop Chromebook Web Camera Wifi. Termasuk Bantuan CSR dari Luar Negeri serta hibah senilai 150 juta dari DPRD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2024.
Seorang Pengawas yang namanya tidak mau disebutkan saat dimintai tanggapannya melalui Pesan Singkat (4/7/2025) kepada Dpnews Indonesia mengaku baru tahu kalau di Kecamatan Cilaku ada TK yang mendapatkan bantuan.
“Saya pengawas TK Kecamatan Cilaku tidak pernah tahu dan tidak pernah diajak bicara baik perencanaan maupun pelaksanaan TK mana saja yang dapat bantuan,” ucapnya.
Pengawas menambahkan, “Seharusnya memang pengawas dilibatkan harus tahu bantuan apa saja dan dari mana bantuan itu, Fungsi pengawasan tidak dijalankan karena selama ini saya tidak dilibatkan secara formal. Saya tegaskan fungsi pengawas selama ini yakni sebagai Pendamping atau lebih diarahkan pada aspek karakter dan etika profesional guru, bukan pada fungsi pengawasan program atau distribusi anggaran,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan dalam pendistribusian bantuan. Menurutnya, Lembaga TK ini tampak selalu mendapat bantuan sementara yang lain tidak pernah tersentuh.
“Saya menduga ada permainan antara pihak-pihak tertentu dengan kepala sekolah. Tidak mungkin bantuan itu-itu saja ke TK yang sama. Saya curiga ada ‘orang dalam’ yang memberi akses lebih. Kepala sekolah itu kan punya banyak koneksi,” tambahnya.
“Terkait hal ini saya akan lakukan kroscek dan konfirmasi langsung dengan pihak Kepala Sekolah TK yang dimaksud untuk memastikan kebenaran informasi terkait bantuan tersebut,” ujar pengawas.
Pengawas pun mendesak agar pihak-pihak terkait Dinas Pendidikan. Maupun Aparat Penegak Hukum agar secepatnya mengusut tuntas kalau memang benar ada dugaan penyimpangan.
Menanggapi isu dugaan berita tidak direalisasikannya dana bantuan untuk salah satu TK di Kecamatan Cilaku, Inspektur Inspektorat Kabupaten Cianjur Endan, H., SH., MH., CGCAE saat dihubungi melalui Pesan Singkat beberapa waktu lalu menyatakan
bahwa hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
“Sampai dengan saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke kami. Namun pada prinsipnya, jika memang ada indikasi penyelewengan, tentu harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Endan.











