Dpnews Indonesia || Cianjur – Puskesmas Kademanagan melaksanakan lokakarya mini (Lokmin) Triwulanan perdana di tahun 2024 di Aula Puskesmas, Kampung Cibalagung, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa, (20/2/24).
Lokakarya Mini Lintas Sektoral merupakan suatu pertemuan antar petugas puskesmas dengan sektor terkait untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas dan membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi puskesmas. Selain itu, tujuan lokakarya mini yaitu untuk menggali permasalahan bidang kesehatan dan yang terkait di wilayah kerja Puskesmas serta untuk mencari solusi dan juga mengkomunikasikan program-program dan kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Puskesmas maupun dari lintas sektor tentunya di bidang kesehatan.
“Lokmin hari ini merupakan lokmin pertama di tahun 2024. Tadi kita memaparkan situasi dan kondisi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kademangan. Kemudian tadi Puskesmas juga memaparkan rencana kerja di tahun 2024. Kemudian kami tadi juga meminta dukungan dari semua lintas sektor, baik dari Forkopimcam, OPD kemudian kepala desa untuk sama sama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah kerja puskesmas kademangan,” kata Kepala Puskesmas Kademangan, E Hanny Windialaras.
E Hanny menyebutkan bahwa rencana kerja di tahun 2024 masih terfokus pada penanganan Stunting. Hal tersebut dikarenakan hasil data di wilayah kerja Puskesmas Kademangan masih memiliki 20 balita yang Stunting. Maka dari itu pihaknya akan bekerja sama dengan semua OPD untuk intervensi ke balita Stunting.
“Kemudian selain Stunting kita juga aka fokus penanganan ke DBD karena di awal tahun 2024 ini kasus DBD itu meningkat dengan tajam, sehingga kita juga intervensi terhadap kasus DBD terutama di program 3 m plusnya, menguras, menutup, dan mengubur genangan air terus plus nya itu diantaranya menggunakan laution anti nyamuk atau kalo perlu menggunakan klambu dan banyak lagi yang lainnya,” tutur nya.
E Hanny juga menerangkan jika salah satu upaya langkah penurunan atau intervensi terkait Stunting pihaknya masih melakukan kegiatan pemberian tambahan makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil yang masih kekurangan energi kronis.
“Kemudian bagi anak yang mengalami gizi buruk kami juga masih melakukan kegiatan yang sama dan kami juga tetap melakukan edukasi, pemantauan tubuh kembangnya juga kita tetap lakukan. Kemudian ada kegiatan ya g sensitif yah, misalnya pembinaan kesehatan rumah, pemeriksaan air minum ke warga, kemudian kepada remaja nya kita ada pemberian vitamin FE dan juga edukasi terkait penanganan Stunting kepada remaja itu sendiri di sekolah sekolah,” terangnya.
E Hanny berharap dengan lokmin tersebut permasalahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kademangan dapat segera teratasi dengan baik dan maksimal.
“Harapnya dengan lokmin tersebut Puskesmas Kademangan dapat menangani permasalahan yang ada di Wilayah kerja puskesmas Kademangan,” harapnya.











