Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Diduga Ada Nama Siswa Fiktif di Data PIP SMP di Mande, Disdik Cianjur Akan Tindaklanjuti

54
×

Diduga Ada Nama Siswa Fiktif di Data PIP SMP di Mande, Disdik Cianjur Akan Tindaklanjuti

Sebarkan artikel ini

Nama warga Sukaresmi muncul sebagai calon penerima di SMP Islam Salafiyyah Ibnu Umar tanpa pernah mendaftar

Dpnews Indonesia || Cianjur – Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur akan menindaklanjuti dugaan munculnya nama siswa fiktif dalam data calon penerima Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 di SMP Islam Salafiyyah Ibnu Umar, Kecamatan Mande.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Irfan Sopandi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan akan segera melakukan konfirmasi ke pihak sekolah.

Baca juga :  Logistik Pemilu 2024 di PPK Mande di Jaga Ketat

“Siap kang haturnuhun informasina bd di konfirmasi ku abdi ka sakolana ( Siap Kang terimakasih informasinya, akan dikonfirmasi sama saya ke sekolahnya,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (24/7/2026).
Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada awak media yang telah menyampaikan temuan itu.

Sebelumnya, diberitakan bahwa nama seorang remaja berinisial A.A., warga Kecamatan Sukaresmi, tercatat sebagai calon penerima PIP 2026 di SMP Islam Salafiyyah Ibnu Umar. Padahal, yang bersangkutan dan keluarganya mengaku tidak pernah mendaftarkan diri ke sekolah tersebut.

Temuan itu diketahui saat orang tua A.A. bersama warga lain melakukan pengecekan data PIP melalui laman resmi SIPINTAR pada Senin (21/7/2026) pukul 13.17 WIB. Nama A.A. tercantum dengan status “Nominasi” dan “Rekening Belum Aktivasi” atas nama SMP Islam Salafiyyah Ibnu Umar melalui Bank. Jarak sekolah itu diketahui cukup jauh dari tempat tinggal keluarga.

Baca juga :  Ratusan Pohon Aren dan Kelapa Ditanam Di Daerah Aliran Sungai Citarum

Kepala SMP Islam Salafiyyah Ibnu Umar, Ilham, membenarkan nama tersebut masuk dalam data penerima PIP di sekolahnya. Dengan demikian, secara sistem A.A. tercatat sebagai siswi di sekolah tersebut.

“Kalau nama itu memang muncul di data penerima PIP kami. Dugaan sementara ini bisa terjadi karena kekeliruan operator saat melakukan input data,” kata Ilham saat ditemui di sekolah, Rabu (22/7/2026).

Ilham mengaku terkejut dengan temuan itu. Ia menegaskan bertanggung jawab atas kesalahan bawahannya dan akan berkoordinasi dengan keluarga A.A.
Pihak sekolah juga berupaya membujuk keluarga agar A.A. bersedia bersekolah di SMP Islam Salafiyyah Ibnu Umar. Menurut informasi, kondisi A.A. berbeda dengan siswi lainnya.

Baca juga :  Kiper Utama Padli Padilah Terancam Tak Bisa Perkuat Tim Sepak Bola Kecamatan Mande di Semi Final
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!