Dpnews Indonesia || Karawang – Kondisi Memprihatinkan, Rumah Warga di Desa Sampalan terancam ambruk. Di Dusun Semplek RT 023/05, Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, terdapat sebuah rumah yang kondisinya jauh dari kata layak huni. Rumah tersebut dihuni oleh Warlih dan keluarganya. Mereka terpaksa bertahan di rumah bilik bambu yang sudah miring, dengan beberapa bagian bangunan hampir roboh. Selasa 17/09/2024.
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Lantai rumah Warlih pun masih berupa tanah, atapnya sudah lapuk, dan kerap bocor saat di musim hujan. Dinding rumah dari bilik bambu juga hampir seluruhnya berlubang, tak ada bagian yang terlihat kokoh.
“Harus bagaimana lagi, Pak. Saya terima kondisi ini, meskipun jujur saya khawatir dan takut. Kalau ada hujan besar disertai angin, saya benar-benar was-was. Kayu-kayunya sudah keropos. Saya takut rumah ini ambruk, tapi mau bagaimana lagi?” ucap Warlih dengan mata berkaca-kaca, suaranya terdengar pilu.
Ia juga mengungkapkan ketakutannya saat hujan turun, terutama pada malam hari. “Kasihan melihat istri dan anak-anak, Pak. Kalau hujan besar di malam hari, saya sering terjaga, begadang karena takut rumah ambruk. Kalau hujan besar di siang hari, kami numpang di rumah tetangga.”
Penghasilan Warlih yang hanya pekerja serabutan membuatnya sulit memperbaiki kondisi rumah. “Penghasilan saya pas-pasan. Mudah-mudahan ada yang bisa membantu,” ujarnya berharap.
Sementara itu, Yati, salah satu warga yang juga saudara Warlih, turut menyuarakan keprihatinannya. “Saya prihatin melihat kondisi rumah Pak Warlih yang sudah doyong dan banyak bocor. Miris rasanya, takut kalau rumah ini roboh saat mereka sedang tidur.”
Menurut Yati, rumah Warlih belum mendapat bantuan pemerintah karena sertifikat tanahnya masih atas nama orangtuanya. “Cuma karena sertifikat masih atas nama orangtuanya, rumah ini tidak bisa dibangun. Sementara untuk mengganti nama sertifikat pun, Warlih tidak mampu. Kerjanya serabutan, sedih saya melihatnya,” jelas Yati dengan nada kesal.
Yati berharap ada pihak yang tergerak membantu kondisi keluarga Warlih. “Ya, mudah-mudahan ada yang bisa membantu, kasihan Pak Warlih dan keluarganya,” pungkasnya.
Dengan terbitnya pemberitaan ini diharapkan pihak pemerintah desa ataupun pemerintah pusat kabupaten karawang untuk dapat menanggapi dan menyikapi adanya Rumah warga yang butuh bantuan dari pemerintah.











