Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalPekerja Migran Indonesia

Modus Perekrutan Tenaga Kerja Para Sindikat Gunakan Jalur Ilegal

1096
×

Modus Perekrutan Tenaga Kerja Para Sindikat Gunakan Jalur Ilegal

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Karawang – Berbagai macam cara diduga terus  dilakukan para sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan modus perekrutan tenaga kerja, demi dapat memberangkatkan kaum hawa yang notabene kena bujuk rayu ke negara penempatan, terutama Timur Tengah.

Ketika sampai di Negara tujuan, rata rata para Pekerja Migran Indonesia (PMI), baru menyadari jika dirinya sudah terjebak, dan sangat sulit untuk kembali ke Tanah Air, proses yang berbelit, ganti rugi yang mencekik leher, bahkan tidak tanggung tangung, sang pemroses hilang lenyap ditelan bumi tanpa ada sebuah pertanggung jawaban.

Hal tersebut dialami Pekerja Migran asal Kabupaten Karawang, Cucu Hernawati, yang kini terpuruk dalam kondisi sakit dan berada di Negara Penempatan Libya.

Menurut keterangan sang suami Iskandar, kepada awak media dpNews Indonesia, Cucu kini berada di KBRI Libya dalam kondisi habis menjadi operasi karena sakit yang dideritanya.

“Istri saya sekarang dalam kondisi sakit pak, dia berada di kedutaan, kabur dari majikan karena dia gak sanggup lagi untuk bekerja menjadi pembantu rumahtangga, awalnya saya tidak tau kalau istri saya mau di kirim ke negara Libya,” ungkapnya.

Kepada awak media pun Iskandar membeberkan cerita awal sehingga istrinya kini terjebak, susah komunikasi, apalagi ada kepastian bisa pulang kembali ke kampung halaman.

“Istri saya diberangkatkan sama sponsor yang bernama Hendrawan pak orang Cianjur, dan pemroses yang bernama Mustofa, warga Tebet Jakarta Timur, awalnya dia janjikan istri saya kerja gaji besar dan juga pekerjaan ringan pak, mereka pun cerita kalau prosesnya resmi,” katanya lagi.

Kini keluarga Cucu Hernawati mengharapkan adanya bantuan Pemerintah untuk bisa memulangkan kembali Pekerja Migran Indonesia (PMI) malang tersebut kembali ke kampung halaman.

Baca juga :  Dipekerjakan Hampir 24 Jam Perhari di Dubai, Warga Bojong Picung Jadi Korban Dugaan TPPO

Sementara itu, Hendrawan ataupun Mustofa yang diduga paling bertanggung jawab atas pemberangkatan Cucu Hernawati ke negara penempatan Libya, ketika dihubungi melalui media WhatsApp, lebih memilih diam.

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!