Dpnews Indonesia || Cianjur – Praktik dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali memakan korban. Kali ini, nasib pilu menimpa Deci Marista (36), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Niat hati memperbaiki ekonomi keluarga dengan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Dubai, ia justru terjebak dalam kondisi kerja yang tidak manusiawi.

Deci, wanita kelahiran tahun 1990 ini, mengaku menjadi korban bujuk rayu sindikat pengiriman tenaga kerja ilegal ke Timur Tengah.
Melalui saluran komunikasi terbatas, Deci menceritakan penderitaannya yang dipaksa bekerja bagaikan robot selama hampir 24 jam sehari.
“Saya merasa sangat tersiksa. Pekerjaan sangat berat dan hampir tidak ada waktu istirahat. Bahkan saat kondisi badan sedang sakit pun, saya tetap dipaksa untuk terus bekerja tanpa ampun,” ungkap Deci dengan nada penuh keputusasaan.
Kini, melalui posko pengaduan DpNews Indonesia, Deci mengadukan nasibnya. Ia berharap ada keajaiban yang bisa membawanya pulang kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarganya di Cianjur.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keberangkatan Deci diduga kuat tidak melalui prosedur resmi (unprosedural). Ia diketahui diberangkatkan langsung oleh seorang sponsor perempuan berinisial AL.
Deci menuntut agar AL dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatannya bertanggung jawab penuh untuk memulangkannya ke Indonesia.
Di sisi lain, Rahman, suami dari Deci Marista, tampak tak kuasa menahan kesedihan saat ditemui awak media. Ia mengaku merasa putus asa melihat kondisi istrinya yang terus menderita di negeri orang.
“Jika pihak pemroses atau sponsor tidak segera bertanggung jawab dan memulangkan istri saya, saya tidak akan tinggal diam. Kami akan menempuh jalur hukum,” tegas Rahman.
Rahman juga menyampaikan permohonan yang mendalam kepada pihak pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun pusat, agar segera turun tangan memberikan perlindungan hukum dan membantu kepulangan istri tercintanya.
Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat Cianjur agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang menjanjikan kemudahan namun berakhir dengan eksploitasi. Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih menunggu itikad baik dari pihak sponsor dan bantuan dari instansi terkait.











