Dpnews Indonesia || Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menerbitkan kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dan Solar mulai 1 April 2026. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024.KOM/BPH.DBBM/2026 tentang Pengendalian Penyaluran Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan.
Keputusan yang ditandatangani Kepala BPH Migas Wahyudi Anas pada 30 Maret 2026 tersebut bertujuan mengendalikan penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran serta menjaga ketahanan pasokan nasional. Pembatasan berlaku bagi kendaraan bermotor untuk angkutan orang dan/atau barang.
Berikut rincian batas pembelian harian BBM subsidi:
Pertalite:
Kendaraan roda empat (pribadi maupun angkutan umum) dibatasi maksimal 50 liter per hari per kendaraan.
Solar:
Kendaraan roda empat pribadi: maksimal 50 liter per hari.
Angkutan umum roda empat: maksimal 80 liter per hari.
Kendaraan roda enam atau lebih: hingga 200 liter per hari (sesuai ketentuan teknis).
Pembelian yang melebihi batas tersebut tidak mendapat subsidi dan dikenakan harga BBM nonsubsidi. Harga BBM subsidi sendiri tetap tidak berubah, yaitu Pertalite Rp.10.000 per liter dan Solar subsidi Rp.6.800 per liter.
Kebijakan ini melengkapi pemangkasan kuota nasional BBM subsidi tahun 2026 yang telah ditetapkan BPH Migas sejak Januari lalu. Kuota Pertalite turun 6,28 persen menjadi 29.267.947 kilo liter, sementara kuota Solar subsidi turun 1,32 persen menjadi 18.636.500 kilo liter dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah menegaskan bahwa aturan ini tidak memengaruhi harga subsidi, melainkan hanya membatasi volume pembelian per kendaraan untuk mencegah penyalahgunaan dan mengantisipasi tekanan pasokan akibat dinamika harga minyak dunia.
Masyarakat diimbau mematuhi ketentuan baru ini di seluruh SPBU Pertamina mulai besok. Bagi yang membutuhkan volume lebih besar, disarankan beralih ke BBM nonsubsidi atau menggunakan angkutan umum. Pertamina dan BPH Migas akan melakukan pengawasan ketat di lapangan.











